•   Sabtu, 4 April 2020
Politik

Jimly Asshiddiqie: Jangan Khawatir Isu SARA di Pilkada 2018

( words)
Jimly, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Penggunaan isu SARA banyak dikhawatirkan warga masih digunakan dalam kampanye di Pilkada 2018. Terlebih, isu SARA dapat dengan mudah memecah belah warga.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Penggunaan isu SARA banyak dikhawatirkan warga masih digunakan dalam kampanye di Pilkada 2018. Terlebih, isu SARA dapat dengan mudah memecah belah warga. Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie berpendapat, dirinya tidak yakin isu SARA akan banyak mewarnai Pilkada 2018. Ia menyebut, isu SARA seperti di Pilkada DKI lalu tidak akan menjalar ke wilayah lain. "Potensi Pilkada di 171 titik resmi pencalonannya itu kalau kita lihat tidak meneruskan polarisasi yang terjadi di DKI. Oleh sebab itu, isu SARA tidak akan meneruskan apa yang terjadi di DKI," kata Jimly saat diskusi 'Dialektika' di Kantor ICMI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/2). Mantan Ketua DKPP itu begitu yakin isu SARA tak akan banyak muncul di Pilkada 2018 karena koalisi partai cenderung cair dan beragam. Dominasi koalisi partai politik tertentu hampir tak terlihat. Jimly mencontohkan Pilkada di empat provinsi yang diperkirakan jadi pusat perhatian, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Koalisi partai di empat daerah sangat berbeda. "Jadi kekhawatiran orang akan isu SARA di Pilkada 2018, saya rasa tidak perlu ditakutkan," imbuh Jimly. Ada 171 daerah yang menggelar Pilkada di 2018, terdiri dari 17 provinsi 115 kabupaten, dan 39 kota. Seluruh pasangan calon saat ini sedang mengikuti masa kampanye tanggal 15 Februari-23 Juni 2018.

Berita Populer