•   Selasa, 7 April 2020
Pemilu

Jelang Pemilihan, Berebut Suara Madura

( words)
Emil Elistianto Dardak dampingi Agus Harimurti Yudhoyono kampanye di Madura. (Foto: SP/IST)


SURABAYAPAGI.com - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkampanye di Gedung Islamic Center, Pamekasan, Madura, Selasa (26/3). Di hadapan para kader dan pendukung, AHY menyinggung-menyinggung keberhasilan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono selama menjadi Presiden.
Dia menjelaskan Partai Demokrat tidak pernah absen dalam mengawal pembangunan di Jawa Timur. Salah satunya yaitu pembangunan jembatan Nasional Suramadu. Menurut AHY, proyek itu adalah cita-cita mantan Gubernur Jawa Timur, Mohammad Noer.
"Setelah sekian puluh tahun akhirnya bisa diwujudkan oleh pemerintahan Pak SBY, yang didukung penuh oleh Partai Demokrat. Akhirnya terbentuklah Jembatan Suramadu yang begitu megah dan menjadi sarana tranportasi barang dan jasa," kata AHY di lokasi, Selasa (26/3).
Dia menjelaskan jembatan tersebut menjadi sumber pembangunan di Jawa Timur. Sehingga kata AHY bisa memudahkan transportasi yang lebih mudah. "Alhamdullilah itu adalah mimpi masyarakat Madura, mimpi Cak Noer yang bisa wujudkan bersama. Ini pembangunan infrastrutur di mana-mana akan terus kita lakukan jika Partai Demokrat kembali kuat di parlemen, DPRD, DPR RI," kata AHY.
Emil Dardak Bantu Demokrat
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak semakin menunjukkan jati dirinya sebagai kader Partai Demokrat. Ini tampak dengan kehadiran Emil dalam kampanye partai Demokrat Madura bersama Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Partai Demokrat sebagai partai yang mengusung saya dan Bu Khofifah di Pilgub Jatim kemarin. Kami merasa juga berkeinginan melihat Demokrat ini sukses di Pileg ini dan oleh karena itu saya hadir bersama Mas AHY menyapa Madura," ujar Emil Dardak disela acara kampanye paryai Demokrat.
Menurut Emil, ini juga sebagai upaya menekankan komitmen bersama secara kompak dari mulai nasional provinsi hingga kabupaten kota antara eksekutif dan legislatif itu bisa sama-sama mengawal cita-cita yang besar yang kita miliki.
Salah satunya Kata Emil, kita ingin mewujudkan Madura sebagai wajah utaranya Jatim yang lebih maju. Sesederhana kita ingin mengatasi pasar tumpah yang membuat jalan dari Bangkalan ke Sumenep macet. Sampai kita juga ingin melihat potensi garam di lahan-lahan di kepulauan dan banyak rencana kami yang lain untuk Madura.
Emil juga menegaskan bagi dirinya dan Gubernur Khofifah, adalah dwi tunggal dalam kepemimpinan Jawa Timur yang akan bersinergi dengan partai Demokrat, dan dirinya yakin setiap caleg itu sudah memiliki basis massanya masing-masing. Sehingga yang perlu kita perkuat dengan komitmen dari Khofifah dan dirinya adalah bahwa kita akan bekerja bersama-sama untuk mewujudkan kemajuan. Ini yang ingin kita tujukan dan ingin kita capai
"Kita nggak bicara bagi suara, kita nggak bicara apa-apa, dwi tunggal kepemimpinan Jawa Timur yang akan bersinergi dengan Partai Demokrat yang akan duduk di DPRD, DPR RI untuk memajukan Jatim khususnya Pulau Madura sebagai garda terdepan Jawa Timur" pungkasnya.
Pulau Madura masih dianggap sebagian tokoh menjadi salah satu basis suara yang seksi. Sebelumnya Presiden Joko Widodo resmi menggratiskan Jembatan Suramadu, 27 Oktober 2018 lalu. Menurut sebagian kalangan upaya menggratiskan Jembatan Suramadu ini demi meraih simpatik warga Madura.

Berita Populer