•   Kamis, 27 Februari 2020
SGML

Jelang Aksi 22 Mei, Polres Lamongan Sweeping Terminal dan Stasiun

( words)
Aparat gabungan pada Minggu malam (19/5/2019) bersiap-siapan melakukan razia dan sweeping di Terminal Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Polres Lamongan terus bergerak untuk menciptakan Kamtibmas di wilayahnya, salah satunya melakukan patroli dan sweeping intens ke sejumlah kendaraan, yang melintas di Jalan Nasional Lamongan-Babat, maupun Jalan Deadles yang ada di wilayah Pantura, sebagai antisipasi jelang aksi 22 Mei di Jakarta.
Bahkan sweeping ini diawali dengan apel besar-besaran yang melibatkan aparat gabungan dari TNI,Polri dan Satpol PP di Mapolres setempat pada Sabtu (18/5/2019) malam, yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung.
Tak tanggung-tanggung aparat yang dilibatkan dalam patroli dan sweeping kali ini jumlahnya lumayan besar dengan rincian, 1 Pleton Kodim 0812 Lamongan dan 1 Kompi Sat Sabhara, 1 Pleton Sat Lantas, 2 Pleton Gabungan Staf, 1 Pleton Sat Reskrim,1 Pleton Satreskoba, 1 Pleton Satintelkam dan 1 Pleton Satpol PP Pemkab Lamongan.
Aparat gabungan itu seperti disampaikan oleh Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung, disebar dibeberapa titik. Bahkan tempat-tempat strategis kantor dan terminal serta stasiun juga tidak luput dari patroli tim gabungan. "Kantor penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu), gudang KPU, Lapas kelas II B, di terminal Lamongan dan stasiun menjadi titik yang kita lakukan razia atau sweeping,"ungkapnya.
Dalam sweeping ini kata Kapolres, pihaknya akan melakukan tindakan sesuai dengan tugas dan fungsi satuan di Polres. Satuan Intelkam misalnya melakukan pendataan di armada travel dan bis, mendeteksi di wilayah stasiun, melakukan pulbaket dan berkoordinasi dengan Unit intel Polsek.
"Setiap hari lakukan sweeping/razia dan buat laporannya, terkait kegiatan tanggal 22, agar profiling pok maupun perorangan dan segera laporkan, beri pemahaman kepada mereka agar tidak sampai meneruskan perjuangan ke Jakarta," pintanya.
Untuk unit Satlantas kata Kapolres, untuk melakukan himbauan kepada Organda, lakukan razia dan sweeping. Satuan Sat sabhara, juga harus melaksanakan kegiatan patroli secara dialogis di kantong pok yang di indikasi akan berangkat. "Buat posko taktis dan lakukan kegiatan bersama lantas, TNI dan satpol PP," katanya.
Satuan Reskrim juga harus melakukan penggeledahan bila ditemukan orang yang mencurigakan segera ditindaklanjuti. "Giat ini menindaklanjuti situasi pasca pemungutan suara, pada hasil vidcon bersama Panglima TNI dan Kapolri bahwa Polri TNI dan Pemkab senantiasa bersinergi menjaga situasi kamtibmas," jelasnya.
Karena situasi politik khususnya di provinsi maupun di tingkat nasional saat ini terus bergejolak. "Ada perintah yang harus kita kabarkan menyikapi perkembangan, dimana panglima TNI dan Kapolri memerintahkan untuk bisa menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dalam rangka mengikuti giat people power pada tanggal 22 mei maupun giat mobilisasi massa dalam mendelegitimasi penyelenggara pemilu," terangnya.
Karena pesta demokrasi yang sudah berjalan disusupi politik identitas yang mengedepankan ideologi keagamaan untuk masuk dalam kancah politik. "Banyak masyarakat yang mungkin terprovokasi dan masuk dalam pemahaman itu. Untuk itu saya berharap potensi TNI dan Polri dimaksimalkan untuk menjelaskan secara soft bahwa pelaksanaan pemilu ini akan berlanjut terus dengan aman dan damai," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Jatim sekitar 10 ribu orang akan bergerak menuju Jakarta. Apabila upaya secara persuasif tidak bisa maka perlu dilakukan tindakan penegakan hukum. "Razia ini dilakukan terhadap pihak yang tetap memaksa untuk berangkat," kata Kapolres sambil menegaskan kalau sebelumnya Densus 88 telah menangkap beberapa terduga teroris yang tergabung dalam JAD yang berniat akan melakukan amaliyah pada tanggal 22 Mei. jir

Berita Populer