Jatuh Bangun George Peabody, Bapak Filantropi Modern

SURABAYAPAGI.com - Google Doodle pada Jumat hari ini, 16 Maret 2018, menampilkan Bapak Filantropi Modern, George Peabody. Pria kelahiran 18 Februari 1795 ini adalah warga Amerika Serikat pertama yang dikenal karena kegiatan amal.
Ia sebenarnya lahir dari keluarga keturunan pengusaha, namun jatuh miskin lantaran perang saudara di negeri Paman Sam itu.
Kendati keturunan pengusaha, Peabody tumbuh dengan karakter yang gigih. Perpecahan yang melanda Amerika Serikat kala itu memiskinkan keluarganya, sehingga terpaksa ia putus sekolah di usia 11 tahun.
Untuk menyambung hidup, keluarga Peabody memutuskan pindah dari tempat asalnya, Georgia, menuju ke New York. Tanpa adanya dana untuk bersekolah tak menjadi penghalang bagi Peabody untuk menimba ilmu.

Ia banyak menghabiskan waktunya di Perpustakaan Publik New York, yang kemudian ia sebut sebagai 'almamaternya.' Tidak lama kemudian, Peabody mendapat jaminan untuk masa depannya ketika menjadi mitra dari sebuah perusahaan investasi sukses.
Di sinilah awal kesuksesan dan karir panjang George Peabody. Ia akhirnya memutuskan 'menenggelamkan diri' ke dalam aktivitas sosial dengan fokus pada promosi pendidikan di Amerika Selatan.
Tak hanya itu, Peabody juga mendanai sebuah museum dan perpustakaan bersejarah di Massachusetts, AS, sebuah museum sejarah alam di Universitas Yale, dan museum arkeologi di Universitas Harvard.
Karena rasa kepeduliannya yang besar terhadap dunia pendidikan, pada 16 Maret 1867, Peabody dianugerahi Medali Emas atau Congressional Gold Medal, setelah dirinya mendominasikan uang senilai US$2 juta, atau setara US$36 juta untuk saat ini. Ia meninggal dunia di London, Inggris, pada 4 November 1869. (viv/02)