•   Senin, 20 Januari 2020
Kriminal

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Balita yang Hilang di PAUD

( words)
foto diduga identitas korban yang hilang dari PAUD 2 minggu sebelumnya


SURABAYAPAGI.COM, Samarinda –Jasad balita malang yang ditemukan mengapung dengan kondisi badan sudah tidak utuh diyakini pihak keluarga sebagai identitas Yusuf Achmad Ghazali (4).

Adapun keluarga beranggapan seperti itu pasalnya Yusuf dilaporkan menghilang sekitar dua pekan lalu di PAUD Jannatul Athfal, jalan Wahab Syaharie.

Sebelum dilaporkan hilang, Yusuf diketahui tangah bermain bersama 6 bocah lain di ruang kelas ditemani pengajar PAUD Jannatul Athfaal.

Karena luput dari pengawasan pengasuh, Yusuf tiba tiba menghilang dan keberadaannya tidak ditemukan.

Hingga selama 2 pekan kemudian, keberadaan Yusuf masih belum diketahui. Sampai munculnya kabar ditemukannya jasad seorang balita tanpa kepala yang mengambang di sebuah parit.

Berdasarkan identifikasi sementara terdapat kesamaan baju pada jasad dengan baju yang dikenakan oleh Yusuf saat menghilang sebelumnya pada Jum’at (22/11) lalu. Atas alasan itulah, pihak keluarga berasumsi bahwa jasad tersebut adalah Yusuf.

Keadaan jasad yang sangat mengenaskan membuat keluarga korban beranggapan, Yusuf menjadi korban kejahatan. Pasalnya selain tanpa kepala, bagian kaki dan tangan pun juga terputus. Bahkan, tulang dada tampak keluar dan organ tubuh dalam bagian dada sudah tidak ada.

Lukman, paman Yusuf menduga jika jasad keponakannya itu merupkaan korban penculikan.

“Saya yakin ini korban kejahatan, penculikan, sindikat karena pelaku sangat jahat. Hilangnya kepala anak ini menggugurkan asumsi bahwa anak ini jatuh ke dalam parit dan terbawa arus banjjir,” ungkap Lukman, di ruang jenazah RSUD Abdul Wahab Syaharie, Minggu (8/12) malam.

Selain itu masih ada kejanggalan lain menurut Lukman, lokasi kehilangan Yusuf dan lokasi penemuan sangat jauh berbeda. Jarak antara lokasi Yusuf hilang dengan lokasi penemuan jasad kurang lebih sekitar 3,9 kilometer.

“Itu jauh ya. Ini Analisa kami orang awam. Kalau keponakan kami jatuh ke parit neggak mungkin sampai kesana (titik pertemuan),” ujar dia.

Karena itu pihak keluarga menduga anak tersebut di culik. Bahkan, keluarga menduga ada perdagangan organ tubuh manusia.

“Semua kemungkinan ada. silahkan pihak kepolisian mendalami,” kata Lukman.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian mengaku tidak ingin buru-buru memberikan kesimpulan bahwa korban merupakan korban kejahatan. Karena, keismpulan harus berdasarkan pada bukti-bukti yang autentik.

Sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jasad tersebut benar yusuf atau bukan.

"Sampai ke sana (tindak kejahatan) kami belum. Kami masih fokus jasad anak ini atas nama Yusuf atau bukan. Hasil identifikasi pakaian yang digunakan saat hilang, kesimpulan sementara Yusuf," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa.

Untuk penyebab kematian, tim kepolisian masih berkoordinasi dengan pihak kedokteran di RSUD Abdul Wahab Syaharie.

“Karena itu kami terus koordinasi dengan pihak RSUD untuk penyelidikan lebih jauh,” kata dia.

Berita Populer