•   Rabu, 26 Februari 2020
UKM & UMKM

Jamkrindo Dukung Kampanye Anti Sampah Plastik

( words)
Palabuhanratu Unesco Global Geopark. SP/war


SURABAYAPAGI.COM,Jakarta – Turut serta untuk mengurangi sampah plastik, Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan kerjasama guna peningkatan perekonomian masyarakat berbasis kampanye anti sampah plastikdi Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark.

Kegiatan ini nantinya akn dilaksanakan selama tiga tahun ke depan dan mendukung Indonesia bebas sampah plastik2025 yang dicanangkan oleh pemerintah.

”Kami sudah melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah. Bahkan ke daerah-daerah yang cukup jauh di luar Jawa. Sebagai bentuk partisipasi kami terhadap upaya-upaya pencapaian target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s), kami memulai kegiatan di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Jamkrindo memilih Palabuhanratu Unesco Global Geopark karena memang disana merupakan tempat pemberdayaan masyarakat yang berpotensi besar. Selain itu, Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menghadapi persoalan yang sama yakni belum terkelolanya sampah plastik. Padahal, sampah plastik adalah ancaman serius, tidak saja bagi kawasan wisata, tetapi juga bumi secara keseluruhan.

Setelah penandatanganan kesepakatan bersama, berbagai kegiatan akan dilaksanakan di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Kegiatan yang dirancang oleh Perum Jamkrindo dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan bersifat pemberdayaan, bukan pemberian bantuan cuma-cuma (filantropis).

Melalui gerakan anti sampah plastik diharapkan muncul kesadaran bersama, baik masyarakat di Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Ke depan, gerakan ini akan memberi nilai tambah bagi Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu.

Sebagai informasi, berdasarkan data nasional, timbunan sampah secara nasional mencapai angka 64 juta ton pertahun. Komposisinya terdiri dari sampah organik (50 persen), sampah kertas (10 persen), sampah plastik (15 persen), dan sisanya sampah logam, karet, kaca, dan lain-lain.

Berita Populer