•   Jumat, 10 April 2020
Pemilu

Jadi Kunci, Para Cawagub Perlu Kerja Ekstra

( words)
Suko Widodo (SP/IBNU)


SURABAYA PAGI, Surabaya - Pilgub Jatim 2018, sering disebut-sebut sebagai arena pertarung kedua Cawagub. Pasalnya, elektabilitas maupun popularitas masing-masing Cagub dinilai oleh beberapa pihak sudah berada di titik maksimal. Kondisi demikian menjadikan peran serta para calon Jatim 2 itu begitu vital dalam memeastikan kemenangan.

Namun, perjalanan panjang yang telah dilakukan oleh kedua kandidat Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dan Puti Guntur Soekarno, untuk memperkenalkan program kepada masyarakat dinilai masih belum maksimal. Pendapat tersebut dikemukakan oleh pakat komunikasi politik asal Unair, Suko Widodo.

Kepada Surabaya Pagi, pria yang akrab disapa Sukowi itu mengatakan bahwa pandangan tersebut ia dasari pada kondisi pola kampanye yang masih jauh dari harapan. "Kampanye yang harusnya menjadi ajang penyampaian ide sekaligus dialog dengan masyarakat," katanya.

"Namun apa yang terjadi? Kampanye saat ini hanya menjadi ajang berselfie ria saja antara calon pemilih dengan kandidat. Harusnya bisa lebih dari itu," ungkap Suko lebih lanjut.

Padahal, menurut Doktor lulusan Unair itu, perlu ada usaha yang lebih keras dari kedua Cawagub untuk meningkatkan elektabilitas keduanya. Maklum saja, variabel tersebut menjadi penting dalam rangka memastikan kemenangan.

"Elektabilitas keduanya masih kurang begitu tinggi. Faktanya, kedua kandidat Cawagub ini memang sudah bergerak untuk menyampaikan program unggulan. Hanya saja, program yang disampaikan masih terlalu luas, belum begitu dipahami mendalam oleh masyarakat," tegas Suko.

Di sisi lain, Kepala Pusat Informasi dan Humas(PIH) Unair itu juga menyinggung alat peraga kampanye (APK) yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan disebarluaskan kepada masyarakat. Menurutnya, penggunaan APK saat ini masih jauh dari kata maksimal.

"APK harusnya menjadi media penyampaian program. Selama ini, APK hanya mengiformasikan nomor urut saja, dan itu sudah membuang anggaran besar dengan sangat sia-sia," pungkas Suko.ifw

Berita Populer