•   Rabu, 23 Oktober 2019
Ekonomi Asean

Industri 4.0 Diyakini Mampu Dongkrak Ekspor Tekstik hingga Tiga Kali Lipat

( words)
setkab.go.id


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian secara kontinyu terus berupaya merangsang pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri. Soalnya, ekspor produk TPT ditarget wajib meroket dua kali lipat dalam kurung waktu satu dekade mendatang alias pada tahun 2030.

Terkait hal ini, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Muhdori mengungkapkan, salah satu upaya demi mendongkrak daya saing TPT domestik adalah dengan menerapkan teknologi dengan basis industri 4.0.

"Jadi, Indonesia dapat menginventarisis indikator yang bagaimana yang bakal diterapkan Industri 4.0 di bidang TPT, sebab nantinya yang mencetuskan definisi Industri 4.0 ini adalah BPPT," papar Muhdori di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Muhdori, Kemenperin sendiri telah bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) demi merancang peta jalan Industri Tekstil dan Apparel juga pendampingan penerapan Light House Project Industri Tekstil 4.0.

Terpisah, peneliti utama BPPT Sudirman Habibie mengatakan, roadmap yang bakal diwujudkan dalam kurun waktu enam bulan mendatang ini digadang-gadang bisa menjadi stimulus penggerak TPT domestik. Peta jalan ini memang dibutuhkan, mengingat teknologi yang diterapkan dalam industri TPT dalam negeri sudah ketinggalan beberapa generasi bila sandingkan dengan negara-negara ASEAN.

Faktanya, sambung Sudirman, dapat diketahui dari kondisi sekarang ketika industri TPT domestik berjalan di tempat semenjak tiga dekade lalu. Sementara negara-negara ASEAN telah bergerak dengan cepat menyalip Indonesia.

Dengan menerapkan Industri 4.0 pada bidang industri TPT, Sudirman yakin industri TPT dalam negeri bisa melampaui negara-negara ASEAN yang menjadi pesaing ketat Indonesia.

"Walau begitu, harus dicatat, peta jalan yang diwujudkan dari MoU ini wajib betul-betul diberlakukan oleh semua stakeholders," harap Sudirman.

Berita Populer