Indonesia Open 2020 Resmi Ditunda

SURABAYA PAGI,Jakarta - Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) mengumumkan pada Senin bahwa ajang Indonesia Open 2020 secara resmi ditunda akibat pandemi virus corona yang tak kunjung mereda. Keputusan itu diambil setelah adanya kesepakatan dengan masing-masing tuan rumah penyelenggara, serta konfederasi kontinental.

Selain Indonesia Open 2020, BWF juga turut menunda tiga kejuaraan World Tour lainnya yang dijadwalkan digelar pada Mei, Juni, dan Juli. Turnamen-turnamen tersebut yaitu Australia Open (2-7 Juni), Thailand Open (9-14 Juni), dan Russian Open (7-12 Juli).

"Turnamen yang terdampak (penundaan) antara lain Indonesia Open 2020 dan sejumlah turnamen kompetisi level 3, junior, dan Para Badminton," demikian laman resmi BWF.

"Meningkatnya pandemi COVID-19 membuat semua pihak mengonfirmasi penundaan ini. Kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan atlet, ofisial dan rombongan, serta komunitas bulu tangkis adalah prioritas utama kami."

Sebelumnya, BWF juga telah membekukan peringkat dunia atlet elite dan junior sampai waktu yang belum ditentukan. Daftar peringkat yang ditangguhkan terhitung sampai 17 Maret 2020.

BWF juga mengkaji dampak penjadwalan Olimpiade dan Paralimpiade 2020 pada sistem kualifikasi. Rencananya, proses peninjauan ini akan memakan waktu sampai beberapa minggu sebelum akhirnya BWF mengumumkan keputusannya.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, menyatakan bahwa pihaknya memahami kondisi dan mendukung langkah yang diambil BWF."Masa darurat Covid-19 sampai akhir Mei, jadi BIO memang tidak mungkin diselenggarakan di jadwal awal," kata Budiharto

Adapun perihal kepastian jadwal Indonesia Open 2020 yang baru, PBSI masih menunggu pengaturan jadwal lebih lanjut dari BWF.Budiharto menyatakan bahwa PBSI dan BWF telah memutuskan Indonesia Open akan tetap digelar pada tahun 2020.

Indonesia mendapat kehormatan untuk menggelar satu dari tiga turnamen level World Tour Super 1000 bersama Inggris (All England Open) dan China (China Open)."Kami terus berkoordinasi dengan BWF dan sudah membicarakan beberapa alternatif waktu yang paling tepat untuk penyelenggaraan BIO," lanjut Budiharto