Indonesia Dorong Realisasi Perjanjian di ASEAN

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melakukan perjalanan ke Singapura untuk menghadiri ASEAN Ministrial Retreat. Dalam kesempatan kali ini, Indonesia akan terus mendorong instrumen ekstradisi. JAKARTA, M. Burhanudin.
"Indonesia akan terus mendorong pembentukan segera instrumen ekstradisi untuk fasilitasi kerja sama hukum di kawasan dalam memberantas kejahatan lintas batas," ucap Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri Chandra Widya Yudha, dalam jumpa pers di kantor Kemenlu, Jakarta.
Chandra menuturkan momentum ini sangat tepat untuk melakukan pembahasan secara lebih mendalam. Meski demikian, dia tak memungkiri banyaknya tantangan untuk memulai pembicara mengenai ekstradisi ini.
"Pembahasan mengenai ekstradisi ini penting bagi Indonesia dan kawasan dengan makin berkembangnya tantangan transnational crime dan isu lainnya," ungkapnya.
Menurut dia, dengan semakin adanya tantangan di kawasan, harus ditanggapi dengan mekanisme yang membuat ASEAN dapat menangani perkembangan tersebut.
"Ini sesuai dengan pandangan ASEAN yang menjadikan masyarakat ASEAN sebagai rule base community. Ini bagian dari efek perjanjian itu jika sudah jadi," jelasnya.
Chandra menambahkan, semangat yang dijunjung tinggi dalam perjanjian itu adalah kerja sama. Hal tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan ASEAN untuk mengukuhkan dan mengokohkan masyarakat ekonomi, politik dan budaya ASEAN.
Salah satu tantangan yang ada dalam pembahasan ini adalah hukum yang berbeda di tiap negara ASEAN. "Infrastruktur hukum yang perlu kita bahas bersama. Kan tidak bisa serta merta diterapkan, nanti menabrak kepentingan (suatu negara)," kata dia.
Karenanya, proses perundingan ini akan terus didorong Indonesia untuk dapat menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada.
Selain itu, Indonesia akan terus mendorong perundingan Code of Conduct (CoC). Kerangka kerja resolusi tersebut sudah ditandatangani Tiongkok-ASEAN pada November lalu.
"Itu telah memberikan dimulainya perundingan substantif berdasarkan kerangka kerja yang sudah disepakati," terangnya.
Indonesia juga akan mendorong pentingnya memperkuat sentralitas, implementasi konsensus pekerja migran, mendorong peningkatan kerja sama e-commerce untuk memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan mendorong arsitektur kawasan di Indo-Pasifik melalui pembangunan blok di kawasan. Rangkaian ASEAN Ministrial Retreat tersebut akan dilaksanakan pada 4 hingga 6 Februari mendatang. 07