•   Rabu, 23 Oktober 2019
Ekonomi Asean

Indonesia dan Vietnam saling Berebut Merayu Investor Asing

( words)
Presiden Vietnam Nguyen Phu Trong dan Presiden RI Joko Widodo | RFA.ORG


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indonesia saat ini dilaporkan tengah berkonsentrasi demi mengundang investor asing yang bersedia menanamkan modalnya di tanah air. Ikhtiar ini dilaksanakan untuk mendongkrak akselerasi pertumbuhan ekonomi lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terbatas.

Walau begitu, upaya mengundang investor asing ini tidak akan mulus begitu saja. Pasalnya, Indonesia harus berebut ketat dengan Vietnam. Terlebih, terdapat sejumlah prediksi yang menyebut, investor asing bakal lebih mengutamakan Vietnam.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Hendri Saparini mengungkapkan, di Vietnam tidak ada problematikan pertanahan. Soalnya, semua tanah di Vietnam dikuasai negara. Jadi, investor asing punya kepastian hukum mengenai lahan yang akan mereka pakai. Dengan begitu, pemerintah Vietnam bisa meningkatkan harga sewa tanah di sejumlah titik yang strategis.

Di samping itu, Hendri juga menambahkan, Pemerintah Vietnam sendiri dikenal konsisten dan fokus terhadap progaram pembangunan infrastruktur mereka. Untuk diketahui, Vietnam diketahui sebagai negara yang tidak terlalu menggeber pembangunan infrastruktur. Sebaliknya, Vietnam fokus satu demi satu pembangunan.

Dalam beberapa tahun belakangan, Vietnam diketahui memfokuskan pembangunan dalam bidang industri manufaktur dan pengembangan pariwisata. Sebagai contoh, perhotelan di Vietnam tidak dibangun bintang empat maupun bintang lima. Yang marak dibangun adalah hotel-hotel bertarif rendah.

"Artinya, Pemerintah Vietnam konsisten mengembangkan pariwisata eksotis layaknya budaya mereka. Sehingga, Vietnam tidak memerlukan hotel-hotel berbintang," ungkap Hendri.

Oleh sebab itu, Hendri memiliki harapan bagi pemerintahan baru supaya bisa menciptakan sejumlah inovasi kebijakan dalam rangka menarik investor asing supaya bersedia menanamkan modal mereka di Indonesia.

Berita Populer