•   Selasa, 21 Januari 2020
Ekonomi Global

Indonesia Bersiap Diri Jadi Host Kepabeanan Internasional

( words)
FOTO BERSAMA: Sekjen WCO Kunio Mikuriya (tengah/berdasi) sedang berpose bareng Wapres Jusuf Kalla, Menkeu Sri Mulyani, Mendag Airlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambud, baru-baru ini | wcoomd.org


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Organisasi Kepabeanan Dunia atau World Customs Organization (WCO) berkunjung ke kantor Bea Cukai RI demi mengetahui persiapan Indonesia dalam rangka menjadi host WCO Meeting pada bidang teknologi pada tahun 2020 mendatang.

Sekjen WCO Kunio Mikuriya mengungkapkan, dari sebanyak 183 anggota, Indonesia adalah salah satu negara yang paling aktif menyumbang kontibusi untuk WCO. Di samping itu, Indonesia juga dinilai sukses ketika mengekseskusi reformasi birokrasi. Hal ini dinilai WCO bisa menjadi contoh bagi negara lain.

"Indonesia bakal menjadi lokasi pendidikan dan pelatihan dari negara kepulauan kecil," ungkap Kunio Mikuriya, Senin (29/7/2019).

Sebelum kunjungan WCO ini, Pemerintah RI sejatinya merekomendasikan WCO untuk menciptakan kelompok penelitian bareng mengenai produk-produk digital lintas batas. Hal ini diutarakan langsung oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati ketika bertemu Sekjen WCO Kunio Mikurya di Brussels, Belgia.

"Kelompok-kelompok ini," Menteri Sri Mulyani mengawali, "bakal membantu sejumlah diskusi sekaligus tukar pendapat di antara anggota WCO mengenai produk-produk digital lintas batas, khususnya pada e-commerce," ungkap Menteri Sri Mulnyani.

Di samping itu, menurut Sri Mulyani, kelompok kerja ini pun dapat berkerjasama dengan organisasi internasional lain semisal Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) serta Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan atau United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

"Kelompok ini bisa meneliti serta mengkaji sejumlah problem semisal fasilitasi dagang, keamanan data, ketersediaan statistik dan kepastian pungutan cukai maupun pajak dalam e-commerce," urai Menteri Sri Mulyani.

Berita Populer