India Bangun Pangkalan Militer di Seychelles

Surabayapagi.com, Dikabarkan CNN bahwa bulan lalu, otoritas India dan Seychelles telah menandatangani sebuah kesepakatan yang direvisi, yang isinya membahas pengabulan izin bagi India untuk membangun sebuah pangkalan militer di Pulau Assumption, Seychelles. Pulau itu dilaporkan berjarak sekitar 1.650 kilometer sebelah timur daratan utama Afrika Timur. NEW DELHI, M. Burhanudin.

India dikabarkan telah mendapat izin untuk membangun sebuah pangkalan militer di wilayah Seychelles yang ada di Samudra Hindia. Hal ini diduga bertujuan untuk menangkal semakin berkembangnya pengaruh China di Samudera Hindia.

Seychelles merupakan negara kepulauan kecil yang terdiri atas 115 pulau-pulau di perairan Samudra Hindia. Disebutkan CNN, Seychelles tidak biasanya terkait geopolitik namun tampaknya kali ini mulai berperan penting untuk India.

Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut atas serangkaian perundingan diplomatik antara kedua negara selama beberapa tahun terakhir. Kesepakatan ini dinilai akan memberikan panggung militer krusial kepada India, yang dengan cepat membangun peran strategis di kawasan Samudra Hindia.

Sepanjang tahun 2016, diperkirakan sekitar 40 juta barel minyak per hari disalurkan via titik-titik masuk dan keluar Samudra Hindia, termasuk Selat Hormuz, Malaka dan Bab el-Mandeb. Jumlah itu setara dengan separuh jumlah total suplai minyak dunia dalam sehari.

India yang memiliki panjang garis pantai lebih dari 7.500 kilometer dan berlokasi di pusat Samudra Hindia, sangat bergantung pada akses bebas dan terbuka pada jalur pelayaran untuk perdagangan di kawasan tersebut. Menurut Kementerian Pelayaran India, sekitar 95 persen volume dan 70 persen nilai perdagangan India datang melalui Samudra Hindia.

Rincian spesifik dari kesepakatan antara India dan Seychelles itu belum diungkap ke publik. Namun laporan Jane's Information Group perusahaan penerbitan Inggris yang fokus membahas isu militer, dirgantara dan transportasi menyebut kesepakatan itu mencakup ketetapan untuk pangkalan laut dan landasan udara.

Kesepakatan ini sebelumnya diajukan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi tahun 2015, namun gagal disepakati karena isu kedaulatan dan biaya. Dalam versi revisi, tampaknya isu-isu itu telah ditemukan solusinya. Kementerian Urusan Eksternal India berusaha mengkarakterkan kesepakatan baru yang telah direvisi itu sebagai 'upaya gabungan'.

"India dan Seychelles telah merangkai agenda kerja sama yang mencakup upaya gabungan dalam operasi anti-perompakan, dan meningkatkan pengawasan EEZ (Zona Eksklusif Ekonomi) dan memantau untuk mencegah penyusupan oleh pelanggar ekonomi yang mencakup penangkapan ikan ilegal, pelanggaran wilayah, penyaluran narkoba dan penyelundupan manusia," demikian bunyi pernyataan Kementerian Urusan Eksternal India.

Diketahui bahwa China juga menggunakan strategi yang sama seperti India dalam mengembangkan pengaruhnya. Jangkauan Angkatan Laut China berkembang pesat dan luas di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Tahun lalu, China diketahui membangun pangkalan militer pertama di luar wilayahnya, yakni di Djibouti, dekat Selat Bab el-Mandeb salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia dan paling krusial ketiga di Samudra Hindia. 01