•   Sabtu, 4 April 2020
Gas Dan Bumi

Impor Migas Melejit, Jokowi Sorot Menteri Bumn

( words)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. SP/Mrhpt


SURABAYAPAGI.com - Sidang Kabinet Paripurna Yang Dipimping Oleh Presiden Joko Widodo Dan Diikuti Hampis Seluruh Menteri Kabnet Kerja Di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (8/7/19). Dalam Sidang Tersebut, Presiden Jokowi Sempat Menyoroti Kinerja Ekspor Dan Impor Indonesia. Besarnya Impor Minyak Dan Gas (Migas) Sempat Menjadi Perhatian Khusus.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah Impor Migas Indonesia Mencapai Us$9,08 Miliar Dalam Periode Januari—Mei 2019 Atau Defisit Us$3,74 Miliar Dibandingkan Dengan Ekspor Migas Us$5,34 Miliar Pada Periode Yang Sama 2019.

Dalam Periode Itu, Impor Migas Indonesia Sebenarnya Lebih Rendah Dibandingkan Dengan Impor Migas Us$11,922 Miliar Pada Januari—Mei 2018. Defisit Migas Indonesia Mencapai Us$5,12 Miliar Pada 5 Bulan Pertama 2018.

Secara Keseluruhan, Neraca Perdagangan Indonesia Defisit Sebesar Us$2,14 Miliar Pada Periode Januari-Mei 2019 Dimana Nilai Impor Mencapai Us$70,6 Miliar Dan Nilai Ekspor Us$68,46 Miliar.

Dimintakan Tanggapan Soal Teguran Dari Presiden Itu, Rini Menyatakan Pemerintah Harus Bekerja Lebih Keras Karena Impor Dan Ekspor Turun Pada Mei 2019. Rini Mengatakan Impor Migas Akan Banyak Apabila Permintaannya Naik.

"Tegur Apa? Eggak Apa-Apa. Baik. Ya Kita Harus Lebih Kerja Keras Mengingat Impor Kita Turun, Tapi Lebih Turun Lagi Ekspor Kita, Jadi Kita Harus Lebih Banyak Kerja Keras. Gitu Aja," Kata Rini Di Istana Kepresidenan Bogor.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno Akan Melihat Faktor Kenaikan Impor Minyak Dan Gas (Migas) Bulan Mei.

Jokowi Bilang Sektor Bumn Banyak Bersentuhan Dengan Impor Migas. "Kita Akan Lihat Kenapa (Impor Migas) Bulan Mei Naik," Ujar Rini Usai Sidang Kabinet Paripurna Di Istana Bogor, Senin (8/7).

Berita Populer