•   Minggu, 19 Januari 2020
Agrobisnis

Imbangi Harga Cabai, TTIC Kementan Gelar Pasar Murah

( words)
Foto: Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, melepas kendaraan TTIC untuk mendistribusikan cabe ke TTI di Jabodetabek. | Sumber Foto: Humas BKP Kementan


SURABAYAPAGI.com - Untuk menjaga stabilitas pasokan harga cabai di ibukota dan sekitarnya, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Cabai Murah Berkualitas di Toko Tani Indonesia Centre (TTIC), 4 pasar dan 14 TTI di Jabodetabek.

Hasil pantauan pasar di Jabodetabek melalui laman info pangan jakarta, baik cabai merah keriting maupun cabai rawit merah masih belum beranjak diatas harga Rp 65.000/kg.

Harga cabai yang dijual TTIC/TTI adalah cabai merah keriting dibandrol Rp 35.000/kg, sedangkan cabai rawit merah Rp 40.000/kg. Gelar cabai murah ini sudah dilakukan sejak harga cabai mahal beberapa wakyu lalu, dan akan terus dilakukan sampai harganya stabil.

"Melalui Gelar Cabai murah ini, diharapkan harga cabai bisa segera turun," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat melepas kendaraan TTIC untuk mendistribusikan cabe ke TTI di Jabodetabek, Ahad (28/7).

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, saat melepas kendaraan TTIC untuk mendistribusikan cabai ke TTI di Jabodetabek, Minggu (28/7), mengatakan melalui gelar cabai murah ini diharapkan harga cabai bisa segera turun.

Berdasarkan hasil pantauan pasar di Jabodetabek melalui laman info pangan Jakarta, harga cabai merah keriting maupun cabai rawit merah belum beranjak, harga masih di atas Rp65.000/kg.

Agung menambahkan TTIC telah menjalankan fungsinya sebagai distribution centre, menjadi penyalur bagi Toko Tani Indonesia (TTI) yang menjadi mitra kerjanya.

“Sementara untuk cabai didatangkan langsung dari petani/Gapoktan, kemudian kami salurkan ke TTI yang ada di Jabodetabek, sehingga bisa dijual lebih murah,” ujar Agung yang didampingi Sekretaris BKP, Riwantoro, dan Kapus Distribusi dan Cadangan Pangan, Riafaheri.

Gelar cabai murah ini didukung Asosiasi Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (ASLUPAMA) Jabar sebagai wadah gabungan dari Gapoktan penerima LUPM.

“Alhamdulillah pagi ini telah terpasok 2,5 ton cabai dan Insyaallah akan terkumpul total lebih kurang 6 ton lagi. Kami ASLUPAMA akan terus membantu Kementerian Pertanian dalam pengaturan kiriman cabe ke TTIC,” ujar Ketua ASLUPAMA Jabar, Agus.

Seusai acara, Agung bersama Riwantoro dan Risfaheri melihat cold storage yang baru dimiliki TTIC. Cold storage ini di mampu menyimpan stok cabai merah sebanyak 2 ton selama 3 minggu.

“Cabai didatangkan langsung dari petani/gapoktan, kemudian kami salurkan ke TTI yang ada di Jabodetabek, sehingga bisa dijual lebih murah,” tambah Agung yang didampingi Sekretaris BKP Riwantoro dan Kapus Distribusi dan Cadangan Pangan Riafaheri.

BKP sudah memanfaatkan sistem e-commerce berupa aplikasi pemesan bahan pangan dari TTI ke gapoktan selaku supplyer. Hingga saat ini, nilai transaksi bahan pangan melalui e-commerce sudah mencapai Rp 14,8 milyar, karena itu akan terus dikembangkan sebagai tulang punggung pemasaran produk pangan dari gapoktan ke TTI.

Berita Populer