ICW Kritik KPK Terkait Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Tampak depan PT. Dirgantara Indonesia (Persero). SP/SWA

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Era kepemimpinan Firli Bahur pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin mendapat sorotan tajam dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Hal ini lantaran tertutupnya berbagai pemeriksaan kasus dugaan korupsi di beberapa instansi.

Salah satunya kasus dugaan korupsi pada PT Dirgantara Indonesia atau PT DI. Kabarnya, KPK belum menyampaikan bahwa adanya tersangka dalam kasus dugaan KORUPSI pengadaan pesawat.

Pada Jumat (5/6/2020) kemarin, penyidik KPK baru saja memanggil sejumlah pihak termasuk eks Direktur Utama PT DI Budi Santoso. Namun, KPK melalui Plt juru bicara Ali Fikri menyebut mereka dipanggil hanya untuk dimintai keterangan.

Setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK pada Jumat malam, Budi Santoso menyampaikan hal berbeda. Bahwa dirinya diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka terkait dugaan korupsi di PT DI.

Tentu saja hal ini membuat Indonesian Corruption Watch (ICW) menyesalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era Firli Bahuri yang tertutup dalam proses penanganan perkara korupsi di PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Ciri khas KPK di era Komjen Firli Bahuri yang belum pernah ada sejak lembaga antirasuah ini berdiri adalah tertutupnya akses informasi kepada masyarakat,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Minggu (7/6/2020).

Kurnia menilai, sejak lima Pimpinan KPK jilid V dilantik, ada empat isu krusial yang seakan-akan ingin ditutupi oleh para komisioner dari masyarakat.

Dalam catatan ICW, KPK juga dianggap banyak menutupi informasi kasus buronan Kader PDI Perjuangan Harun Masiku, pemberi suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.