•   Sabtu, 4 April 2020
Ekonomi China

Huawei Siap Bantu Bangladesh Berikan Dukungan 5G

( words)
Saat demo teknologi 5G di Bangladesh tahun 2018. SP/tne


SURABAYAPAGI.COM -Demi memajukan teknologi Bangladesh, Huawei siap ulurkan tangan untuk memfasilitasi Bangladesh dengan memberikan dukungan teknis dalam penerapan teknologi.

Menurut pernyataan yang diterima, Wakil Presiden Senior Huawei Bruce Li ketika bertemu Menteri Pos dan Telekomunikasi Bangladesh Mustafa Jabbar baru-baru ini di Dhaka. Saat ini pihaknya tengah berbicara tentang kesiapan mereka untuk membantu Bangladesh meluncurkan 5G.

Mereka juga mendiskusikan dan bertukar pendapat tentang berbagai masalah teknologi 5G termasuk tantangan dan kemungkinan. Li mengatakan kemajuan Bangladesh di sektor TIK sangat luar biasa,

Menurut pernyataan itu, Raksasa telekomunikasi China, Huawei telah menandatangani lebih dari 60 kontrak komersial untuk 5G dengan operator global terkemuka dan mengirimkan lebih dari 400.000 unit antena aktif Massive MIMO (AAU) 5G ke pasar global.

“Produksi dan pasokan transmisi optik Huawei, komunikasi data, dan produk TI berhasil tumbuh dengan mantap. Serta lebih dari 700 kota, 228 perusahaan Fortune Global 500, dan 58 perusahaan Fortune Global 100 telah memilih Huawei sebagai mitra mereka untuk transformasi digital” kata pernyataan itu.

Sementara itu, Menteri mengatakan bahwa menghadapi tantangan dunia baru digital, mereka mengambil semua inisiatif termasuk desain untuk menjalankan teknologi 5G.

Dia juga menyebut teknologi 5G "inovasi luar biasa dari dunia TIK," menambahkan "teknologi 5G akan menciptakan dunia baru suatu hari nanti."

"Bangladesh telah melakukan wahyu digital di setiap sektor," kata menteri itu. "Digitalisasi dipastikan sampai ke tingkat dasar seperti Union Parishad di negara ini."

Menteri Bangladesh memuji Huawei karena perannya dalam memimpin cara digital Bangladesh dengan teknologi canggih kelas dunia.

Dia juga berterima kasih kepada Huawei atas bantuan teknisnya dalam berhasil menyelesaikan uji coba 5G tahun lalu di negara itu.

Berita Populer