Honda: Orang Indonesia Lebih Doyan PCX Daripada SH150i

SURABAYAPAGI.com - PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen pemegang merek Honda, secara resmi meluncurkan skutik premium SH150i pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) pada April 2017 lalu. Sudah setahun lebih mengaspal, penjualan motor pabrikan Jepang tersebut hanya di angka 142 unit. Berdasarkan data yang dirilis Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), skutik itu pada periode Juni-Desember 2017 hanya berhasil terjual 140 unit secara nasional. Untuk periode Januari-Juni 2018, skutik yang didatangkan utuh dari Vietnam tersebut hanya terjual sebanyak dua unit, dan itu terjadi pada Mei 2018.
"Masih kami sesuaikan dengan permintaan konsumen saja, kami mengirim sesuai permintaan konsumen. Selama satu semester iya (2 unit)," kata Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya di Jakarta.
Saat disinggung harga yang cukup mahal merupakan faktor utama SH150i kurang diminati konsumen Tanah Air, Thomas dengan tegas menampik hal tersebut.
"Lebih karena desainnya berbeda. Kita mencoba pasar baru, desain klasik elegan motor skutik besar, tapi ternyata konsumen di Indonesia rasanya masih lebih suka elegannya PCX. Kita melihat pilihan dari masyarakat Indonesia klasik ini masih kecil pasar segmennya," ujarnya.
Meski penjualan secara wholesales (pabrik ke diler) sangat kecil, Thomas mengaku stok SH150i masih ada di beberapa jaringan diler resmi Honda. "Jadi ada dua, ada yang sudah tersedia di jaringan diler kami dan juga kalau kurang bisa order," katanya.
Memiliki status on the road Jakarta, SH150i dibandrol dengan harga Rp39.9 juta.