•   Selasa, 31 Maret 2020
Kriminal

Hendak 'Bekerja', Residivis Curanmor Diringkus

( words)
RESIDIVIS -- Supriyadi (menutup wajah), residivis curanmor yang saat ini ditangkap Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya karena kasus senjata tajam. Foto: SP/BAKRIE.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kendati sudah pernah ditangkap dua kali karena mencuri motor. Ternyata tidak membuat Supriyadi bertobat. Pria 35 tahun asal Sampang Madura itu diduga hendak kembali bekerja (mencuri motor). Sebab, saat digeledah polisi, pada jok motornya ditemukan kunci T dan 6 buah anak mata kunci. Namun kali ini, dia diamankan setelah dia terbukti membawa dua bilah pisau.
Supriyadi diamankan di perempatan Jalan Kenjeran – Jalan Kapas Krampung sekitar pukul 23.00 Wib, 26 Desember 2017 lalu. Saat itu, Supriyadi sedang duduk diatas motornya sambil melihat ke kanan ke kiri. Pada saat itu, Tim Anti Bandit (TAB) Satreskrim Polrestabes Surabaya memang sedang melakukan pemantauan di sekitar TKP.
"Melihat gelagat tersangka (Supriyadi, red) yang mencurigakan, TAB langsung memeriksa tersangka. Dan benar, TAB menemukan dua pisau yang disimpan di balik kaos tersangka," kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Jumat (5/1/2018).
Karena membawa dua senjata tajam (sajam) itu, TAB akhirnya menggeledah jok motor Supriyadi. Dan benar, TAB menemukan kunci T dan 6 buah anak mata kunci. Atas temuan ini, diduga kuat Supriyadi sedang hunting untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
"Setelah kami bawa ke kantor dan diperiksa, akhirnya terungkap bahwa tersangka ini merupakan residivis curanmor," beber Kompol Lily.
Lily menyebut, Supriyadi pernah ditangkap pada tahun 2015. Dia bahkan tercatat pernah ditahan di dua polsek karena perkara curanmor. Yaitu Polsek Sukolilo dan Polsek Wiyung. Dan setelah bebas, Supriyadi yang diduga hendak beraksi lagi, kini justru ditangkap dalam kasus yang berbeda. Yakni membawa senjata tajam.
Fakta lain terungkap ketika penyidik mendapati Supriyadi plin plan saat menjawab pertanyaan. Dia juga selalu menundukkan kepala saat dipandang. Atas dasar itulah, Supriyadi dites urine. Dan hasilnya, Supriyadi positif aktif mengonsumsi narkoba. Dalam pengakuannya, Supriyadi sudah sakau. Sehingga untuk menghilangkan rasa paranoidnya, ia harus mengonsumsi narkoba. bkr

Berita Populer