Hebat! Pemilu Korut Tidak Ada yang Golput

SURABAYAPAGI.com - Pemimpin tertinggiKorea Utara,Kim Jong-un turut memberikan hak pilihnya dalam pemilihan umum setempat yang diadakan pada Minggu (21/7) pekan lalu. Tingkat partisipasi rakyat dalam pemilu kali ini mencapai 99.98 persen, mengalami peningkatan sekitar 0.01 persen jika dibandingkan pada 2015 lalu.

Kim Jong-un pun turut memuji tingkat partisipasi warganya dalam pemilu tahun ini. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh persatuan untuk terus menjunjung paham sosialisme.

Mengingat tidak adanya persaingan di antara para kandidat, pemilu di Korea Utara pada dasarnya adalah ritual politik yang, menurut pengamat, memungkinkan pihak berwenang untuk mengklaim mandat rakyat sambil memperkuat loyalitas kepada rezim Kim Jong-un.

Tingkat partisipasi 99,98 persen tahun ini adalah peningkatan 0,01 persen dibanding pemilu daerah pada tahun 2015.

"Hanya mereka yang berada di luar negeri dalam tur atau bekerja di lautan yang tidak dapat memberikan suara," bunyi laporan kantor berita negara Korut,KCNA, yang dikutipAFP, Senin (22/7/2019).

KCNA juga menginformasikan bahwa hanya mereka yang berada di luar negeri "untuk kepentingan negara atau sedang bekerja di lautan" yang tidak dapat memberikan hak pilihnya. Sedangkan, warga yang sedang sakit atau bermasalah dengan faktor usia masih dapat berpartisipasi dengan memberikan hak pilih mereka melalui kotak suara bergerak.

"Bahkan pemilih yang bermasalah dengan usia lanjut atau penyakit ikut memasukkan suara mereka ke dalam kotak suaramobile," lanjut laporan tersebut.

Korut yang terisolasi ini menggelar pemilu daerah setiap empat tahun untuk memilih perwakilan bagi setiap provinsi, kota dan distrik dalam dewan daerah setempat.

Biasanya, 99 persen pemilih di negara penganut sistem satu partai ini ikut dalam pemungutan suara. Mereka semua pada dasarnya memilih ’iya’ untuk kandidat yang tidak punya saingan.

Rezim Korut seringkali membanggakan jumlah pemilih yang tinggi untuk menunjukkan ’kesatuan pemikiran tunggal’ untuk memuja ’sosialisme yang terpusat pada rakyat ala Korea’.