•   Minggu, 5 April 2020
Peristiwa Nasional

Hari Ini, Jubir FPI Dipanggil Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ninoy

( words)
Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman dipanggil Penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (9/10/2019) terkait pemeriksaan kasus penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng.

Pemanggilan ini lantaran Munarman diketahui meminta rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta, tempat Ninoy diduga disekap dan dianiaya. Tak hanya itu, Munarman juga diduga menyuruh salah satu tersangka untuk menghapus rekaman CCTV itu.

"Ya, nanti Pak Munarman akan dimintai keterangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (8/10).

Sebelumnya, Argo menyebut, tersangka S juga berperan menyalin data dari laptop milik Ninoy, lalu menyerahkan salinan itu ke Munarman.

"Dia (tersangka S) melaporkan semuanya kepada Bapak Munarwan," ungkap Argo.

Disisi lain, Munarman mengaku dirinya sempat meminta rekaman CCTV Masjid Al-Falah. Dia meminta rekaman CCTV kepada anggota dewan keluarga Masjid Al-Falah.

"Yang saya minta rekaman CCTV masjid," tutur Munarman, Senin (7/10).

Munarman mengklaim kala itu, ia meminta rekaman CCTV masjid per 30 September lantaran ingin mengetahui situasi dan kondisi. Akan tetapi, dia membantah telah memerintahkan anggota DKM Masjid Al Falah untuk menghapus rekaman CCTV tersebut.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 orang tersangka, termasuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabar.

Ninoy diduga dianiaya sejumlah orang di Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Kata Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan ’Habib’ yang mendatangi masjid tersebut.

Berita Populer