Harga Elpiji Melon Tembus Rp 18,5 Ribu

SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski libur lebaran sudah habis, dan aktivitas kantor juga sudah buka, namun tidak demikian bagi toko pengecer LPG di sejumlah wilayah di Lamongan masih terpantau sebagian besar tutup, sehingga mengakibatkan kelangkaan LPG hingga harga LPG 3 KG melon sempat naik hingga Rp 18,5 Ribu dari harga semula Rp 16 ribu.

Kepastian adanya kenaikan harga LPG melon itu disampaikan oleh Kabag Perekonomian Munif Syarif, melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, saat melakukan operasi pasar LPG 3 kilogram di dua wilayah Kecamatan Karanggeneng dan Paciran, Kamis (21/6/2018).
Disebutkan olehnya, kelangkaan LPG melon ini disebabkan karena masih banyak toko pengecer LPG masih tutup karena masih merayakan lebaran, padahal stok ketersediaan lpg masih cukup banyak di pangkalan.
Sementara itu tambah Agus, saat Ramadhan dan menjelang lebaran lalu, Pertamina telah menyiapkan 100 pangkalan untuk siaga 24 jam, memenuhi kebutuhan LPG 3 kilogram. Selain itu, stok LPG 3 kilogram untuk Lamongan juga telah ditambah 200 persen dibandingkan dengan kebutuhan reguler.
“Masyarakat selama ini membeli LPG 3 kilogram pada pengecer. Pada saat lebaran seperti ini, banyak pengecer yang libur. Sehingga masyarakat mengira terjadi kelangkaan, “jelasnya.
Padahal nyatanya, lanjut dia, kuota LPG 3 kilogram telah ditambah sebanyak 200 persen di pangkalan. “Masyarakat sebenarnya bisa membeli langsung LPG 3 kilogram di pangkalan, “ ujarnya.
Untuk operasi pasar kali ini, telah disiapkan sebanyak 1.120 tabung LPG 3 kilogram di dua kecamatan. Yakni di Kecamatan Karanggeneng dan Kecamatan Paciran dengan harga Rp. 16 ribu pertabung. Tiap rumah tangga dibatasi bisa menukarkan maksimal dua buah tabung.
Di Kabupaten Lamongan saat ini telah terdapat kurang lebih 26 agen LPG 3 kilogram, dengan sebanyak kurang lebih 900 pangkalan.jir