•   Minggu, 15 Desember 2019
Agrobisnis

Harga Ayam Stabil, Peternak Tetap Waspada

( words)
Peternakan Ayam SP/PJbr


SURABAYAPAGI.com - Setelah pembagian ayam live bird (ras) secara murah di Yogyakarta pekan lalu, Rabu (26/6), membawa angin segar bagi para peternak ayam. Kini, harga ayam ras naik di angka Rp 17.000 per kilogram (Kg).

Aksi pekan lalu muncul sebagai bentuk protes anjloknya harga ayam selama 10 bulan terkahir. Harga ayam selalu berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) yang sebesar Rp 18.700 per kilogram. Bahkan titik terendahnya, di tingkat peternak ayam satu kilogram ayam ras dihargai Rp 7000 hingga Rp 8.000 saja.

Kembalinya harga ayam peternak di kisaran biaya produksi sebesar Rp 17 ribu-Rp 18 ribu per kilogram (kg) diproyeksi hanya sementara. Hal itu dipicu dengan perkiraan hasil produksi dari proses chick inpeternak yang berlangsung sejak H+5 Lebaran kemarin, sehingga dikhawatirkan oversuplai kembali terulang dalam waktu dekat.

Walaupun saat ini harga sudah membaik, Hari menyarankan para peternak untuk tetap berhati-hati. Terkhusus untuk peternak yang sempat gulung tikar karena anjloknya harga, Hari menyarankan untuk menunggu hingga harga benar-benar stabil.

Anggota Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Guntur Rotua mengatakan, harga ayam peternak yang mulai kembali ke arah stabil dilandaskan faktor alamiah. Menurut dia, produksi peternak saat ini sudah kembali berkurang disebabkan proses chick in saat libur Lebaran tidak dilangsungkan. Sehingga, secara otomatis jumlah produksi sedikit tertekan.

“Panen ayam yang sekarang kan chick in-nya itu tanggal 3-10 Juni kemarin libur. Jadi ada faktor alamiah produksi berkurang,” kata Guntur saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (11/7).

Dengan adanya libur chick in dalam beberapa waktu tersebut, menurut dia, terjadi pengurangan produksi sebesar 55-60 persen di tingkat peternak. Jumlah produksi yang berkurang tersebut secara otomatis mengerek kenaikan harga beli di tingkat peternak. Sedangkan di sisi lain dia mengkhawatirkan, harga ayam peternak bisa bergejolak dalam waktu dekat sebab masa chick in sudah kembali normal.

Guntur memproyeksi, harga ayam peternak yang berada di posisi stabil ini hanya akan berlangsung sementara. Dia menilai, pada tanggal 16-18 Juli tahun ini harga ayam peternak dikhawatirkan bakal terjungkal kembali seiring belum adanya upaya pemerintah melakukan afkir dini.

Terkait dengan upaya pemerintah yang tengah menggodok peninjauan impor DOC terhadap importir nakal, pihaknya menyebut hal itu hanya akan baru terasa jika sudah satu tahun lebih. Sebab, menurut dia, pembentukan harga ayam peternak yang bergejolak disebabkan ulah suplai DOC pada 1,5 tahun silam.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, harga ayam peternak memang sudah mengalami kenaikan meski masih di bawah biaya produksi, yakni Rp 16 ribu-Rp 17 ribu per kg di Jawa Barat. Kendati begitu dia mengakui, di sejumlah sentra peternakan mandiri harga ayam peternak sudah kunjung stabil.

“Ya rata-rata harga memang Rp 18 ribu per kg, tapi belum semua wilayah. Ini hanya sementara harga bertahan di situ proyeksi saya,” kata dia.

Berita Populer