•   Minggu, 15 Desember 2019
Internasional

Harga Avtur Turun sekitar 10%

( words)
Menhub Budi Terima Usulan INACA Agar Harga Avtur Diturunkan


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku telah menerima permintaan dari Indonesia National Air Carrier Association (INACA) agar PT Pertamina (Persero) mau menurunkan harga avtur (bahan bakar untuk pesawat terbang) hingga 10 persen.

"Memang itu permintaan dari INACA. INACA minta kepada kami dan kami teruskan kepada Kementerian ESDM dan BUMN. Nanti kita ngomong bersama," kata dia di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Merujuk pada kondisi terkini, harga minyak dunia memang terpantau turun. Namun, per 14 Januari 2019 ini harga minyak sedikit naik.

Minyak mentah berjangka internasional Brent berada pada USD 60,75 per barel pada pukul 00.40 GMT (07.40 WIB), naik USD 27 sen atau 0,5 persen dari harga penutupan akhir.

Sementara minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) juga naik USD 22 sen atau 0,4 persen, dengan diperdagangkan pada angka USD 51,81 per barel.

Budi Karya Sumadi melanjutkan, avtur memang menjadi salah satu beban terberat yang harus ditanggung perusahaan maskapai. Hal ini lantaran avtur menjadi komponen terbesar dalam pengoperasian pesawat.

"Beban terberat mereka itu dua. Satu leasing pesawat, yang kedua adalah avtur. Jadi itu hampir 70 persen. Avtur kira-kira 35-40 persen. Leasing pesawat mungkin 25-30 persen," terang dia.

Sebelumnya, hal serupa sempat diungkapkan Ketua Umum INACA I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara), yang mengatakan avtur merupakan kebutuhan paling besar dalam pengoperasian pesawat, yakni dapat mencapai 45 persen.

Oleh karena itu, ia coba meminta kepada regulator dan operator untuk menurunkan harga bahan bakar untuk pesawat terbang (avtur) hingga 10 persen.

"Komponen paling besar adalah fuel, menyumbang 40 sampai 45 persen dari cost maskapai penerbangan. Kita juga sudah dapat support dari Kementerian BUMN, Perhubungan dan ESDM, untuk menurunkan harga avtur," ujar dia.

Sebelumnya, seluruh maskapai nasional yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) telah menurunkan tarif tiket penerbangan sejak Jumat 11 Januari 2019.

Ada beberapa rute penerbangan yang disesuaikan seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogja, Jakarta Surabaya, Bandung-Denpasar dll dan akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya menyusul keprihatinan masyarakat atas tinggi nya harga tiket dan ada komitmen positif atas penurunan biaya kebandaraan dan navigasi dari para stakeholder seperti AP1, AP 2, AirNav dan Pertamina.

Hal tersebut diungkapkan Ari Askhara, Ketua Umum INACA dalam press conference INACA, pasca melapor ke Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Minggu 13 Januari 2019.

"Di tengah kesulitan para maskapai kami tetap paham dan mengerti akan kebutuhan masyarakat dan kami memastikan komitmen memperkuat akses masyarakat terhadap layanan penerbangan nasional serta keberlangsungan industri penerbangan nasional tetap terjaga," ujar Ari Askhara.

Ari Askhara menambahkan, seluruh anggota INACA, serta seluruh jajaran terkait pemangku kepentingan layanan penerbangan nasional seperti pengelola bandara, badan navigasi, hingga pemangku kepentingan lainnya telah melaksanakan pembahasan intensif terkait penurunan struktur biaya pendukung layanan kebandara udara dan navigasi agar dapat selaras dengan mekanisme pasar industri penerbangan dan daya beli masyarakat.

Melalui penyesuaian struktur biaya layanan penerbangan tersebut khususnya pada aspek biaya pendukung layanan kebandarudaraan dan biaya navigasi, maskapai dapat melakukan penyesuaian cost structure operasional layanan penerbangan sehingga dapat menurunkan tarif tiket penerbangan. (Mif)

Berita Populer