•   Senin, 6 April 2020
Agrobisnis

Hama Tikus Serang Tanaman Cabai di Jombang

( words)
Cabai di Desa Jombok, Kesamben, Jombang yang dimakan hama tikus. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Hama tikus biasanya menyerang tanaman padi dan jagung. Namun, di Dusun Segunung, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tikus menyerang tanaman lombok.

Dari pantauan SURABAYAPAGI.COM di lahan petani, hama tikus menyerang batang tanaman lombok. Setelah batang patah dan jatuh ke tanah, tikus baru memakan cabai tersebut. Namun tikus hanya memakan isi lombok itu.


Image

Petani lombok, Eko Dwi Wibowo (39), warga Dusun Segunung, Desa Jombok mengatakan, bahwa yang dimakan oleh tikus hanya isi atau biji cabai. Dan menurutnya, fenomena tikus makan cabai ini tidak lazim.

"Mungkin diperkirakan sejenis hewan pemakan tikus itu sudah punah, mungkin ya. Seperti ular sudah banyak berkurang. Mungkin bisa juga dampak dari pembangunan di sekitar area persawahan," katanya, saat di lahan cabai miliknya, Selasa (28/01/2020).

Eko menjelaskan, serangan hama tikus di lahan cabai miliknya seluas 2800 meter persegi ini, sudah berlangsung dua tahun. Dahulu tidak pernah seperti ini, hanya sebentar terus hilang.

"Jadi serangan ini sangat parah. Dan terpaksa harus dipanen dini. Kalau tidak dipanen dini ya kami gak dapat uang. Ya paling tidak modal kembali lah pak," jelasnya, sembari memasukkan cabai yang dipetik dalam ember.

Sementara petani cabai lainnya, Ibu Suyono (63), warga Dusun Segunung juga senada dengan Eko. Dirinya mengungkapkan, bahwa tikus menyerang batang dan cabainya. Tapi tikus hanya memakan bijinya saja.

"Jadi ya saya panen dini. Karena gak bisa nunggu merah, nanti keburu dimakan oleh tikus. Jadi masih hijau seperti ini terpaksa kami panen dari pada dihabiskan sama tikus," ungkapnya.

Akibatnya, Ibu Suyono mengalami kerugian yang lumayan banyak. Biaya semua, dari mulai awal tanam hingga perawatan di lahan cabai miliknya seluas 2800 meter persegi, memakan biaya mencapai kisaran Rp 8 juta.

"Kalau panen sudah merah bisa sampai puluhan juta. Karena ini masih hijau, dapatnya hanya sekitar Rp 4 juta. Jadi ya rugi, kan sudah mati semua ini," pungkasnya.

Berbagai cara untuk membasi tikus sudah dilakukan para petani cabai, seperti dengan cara ditembak dan diobati. Namun usaha tersebut tetap saja tidak dapat mengurangi tikus.

Untuk itu, para petani cabai di Dusun Segunung, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben berharap pada instansi terkait atau PPL agar turun ke masyarakat untuk mencari solusi terkait hama tikus.(suf)

Berita Populer