•   Sabtu, 25 Januari 2020
Bisnis Makro

Habiskan Dana Hingga Rp 48 Triliun untuk Inovasi

( words)
Asia Pacisif Pharmaceuticals Media Day yang dihadiri oleh Senior Vice President and Head of Commercial Operations, Bayer Pharmacetical Division Asia/Pacific Claus Zieler, dan Head of Medical Affairs, Bayer Pharmaceuticals Division Asia atau Pacific


SURABAYAPAGI.com - Bayer Pharmaceuticals Division tidak henti melakukan penelitian dan inovasi untuk menghadirkan sejumlah pengobatan.
Paling terbaru, Bayer menemukan terapi baru untuk penyembuhan kanker yang disebut dengan Terapi Larotrectinib.
Head of Commercial Operations, Bayer Pharmacetical Division Asia/Pacific Claus Zieler menyebutkan secara global tahun 2018 lalu Bayer menghabiskan 3 miliar euro atau sekitar Rp 48 triliun (kurs Rp 16.054) untuk research and development.
"Kita menghabiskan tiga miliar euro untuk inovasi Pharmaceutical, untuk banyak project gak cuma satu jenis penyakit saja. Dan tiap tahun terus ada penelitian," ungkap Claus di Singapura, Selasa (27/3/2019).
Penelitian pengobatan ini difokuskan terutama pada penyakit-penyakit yang berpengaruh besar seperti kanker, ginjal, diabetes.
Penyakit tersebut mejadi fokus karena tingginya angka pengidap penyakit tersebut terlihat dari pemakaian obat Bayer di Asia Pasifik.
Contohnya pada 2018 lalu jenis obat Xarelto yang bisa digunakan untuk mengobati stroke di Asia Pasifik mencapai 48 miliar pack, kemudian obat jenis Eylea (aflibercept) untuk penglibatan akibat diabetes penjual nya mencapai 3,5 miliar pack.
Kemudian obat Nexafar (sorafenib) untuk obat kanker pada 2018 lalu penggunannya mencapai hingga 1,4 miliar pack di Asia Pasifik.
Head of Medical Affairs, Bayer Pharmaceuticals DivisionAsia atau Pacific, Dr Chuan Kit Foo menambahkan pada 2018, ada 54 uji klinis yang sedang berlangsung dan 69 studi yang sesuai dengan yang terjadi di dunia (real-world).
Dari jumlah yang disebutkan di atas 22 uji klinis dan 4 studi real-world dilakukan di Singapura.
"Kami bekerja keras untuk mengatasi beban perawatan kesehatan dengan membawa perawatan baru yang lebih baik kepada pasien. Bahkan setelah peluncuran kami juga terus melakukan penelitian terhadap produk kami tersebut," kata Dr Foo.

Berita Populer