•   Senin, 6 April 2020
Pilgub2018

Gus Ipul, Diduga tak Konsisten Bikin Visi-Misi

( words)
Catatan Politik oleh Dr. H. Tatang Istiawan


Siapa Gubernur Jatim yang bisa me nsejahterakan dan mencerdaskan rakyatnya secara berkeadilan Sosial Pasca Gubernur Pak De Karwo (2)

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Anda perlu tahu bahwa salah satu syarat pendaftaran Pilkada kali ini adalah adanya visi misi seorang calon pimpinan daerah. Artinya, visi dan misi seorang calon Gubernur tetap penting dan bukan sekedar syarat pendaftaran.
Visi dan Misi Calon Gubernur Jatim juga untuk memperlihatkan bagaimana seorang pemimpin provinsi terbesar kedua setelah Jawa Barat mampu melihat, memikirkan dan menganalisa persoalan masyarakat pemerintahan dan daerah. Sekaligus bagaimana cara pandang atau point of view dan cara kerja untuk memecahkan masalah dan mau dibawa kemana problema di sebuah provinsi sebesar Jawa Timur.
Pendeknya, visi misi dan program kerja paslon (Pasangan calon) Gubernur Jatim akan menentukan kualitas Khofifah dan Gus Ipul, sebagai, selain partai pendukung. Tentu yang berguna adalah visi dan misinya dituntut menyerap corak masyarakat Jatim yang ada di 38 Kabupaten-kota dan bagaimana 38 daerah itu dicita-citakan, lima tahun ke depan, 2018-2023, dimana pemerintah pusat telah mengambil hutang dari luar negeri sebesar Rp 4.000 triliun.
Secara keilmuan, makna visi misi Gus Ipul atau Khofifah, akan menjadi tahu navigasi kepemimpinannya dalam memimpin Provinsi Jatim, pasca Pak De Karwo, tak lagi menjadi Gubernur. Misalnya bagaimana Provinsi Jatim yang sudah maju ekonominya era Pak De Karwo, bisa menyentuh masyarakat kecil yang kini masih tercatat sebagai keluarga miskin. Dikaitkan dengan cita-cita kemerdekaan RI adalah mensejahterakan rakyat Indonesia yang berkeadilan dan mencerdaskan rakyat Indonesia secara merata dan beradab sesuai tantangan zaman . Terkait cita-cita kemerdekaan yang ada dalam pembukaan aline ke-4 UUD 1945, tiba tiba seorang calon Gubernur katakana Gus Ipul, bicara industri atau wisata sebagai visi misi. Apakah ini bukan menunjukkan cagub yang kini wakil Gubernur ngelantur mewujudkan cita-cita kemerdekaan NKRI yang dicita-citakan pendiri RI.
Pesan kebangsaannya, menurut akal sehat saya. ciri pemimpin sebuah provinsi yang berkualitas, tentu paslon itu memikirkan secara komprehensif mulai dari investasi, proses perubahan dari petani ke industry, mengurangi kemiskinan, meningkatkan gairah berwirausaha setiap warga Indonesia, kestabilan politik dan keamanan sampai pengembangan wisata. Ini yang saya anggap mendesain pembangunan Jatim dari aspek ekonomi, budaya dan lingkungan, politik serta sosial lainnya.

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Saya ingin mengkritisi Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Sejak ia tampil memproklamirkan diri berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, saya menerima bocoran tentang gambaran visi-misinya.
Bocoran yang saya terima Desember 2017 (Pada bulan ini, Azwar Anas, pernah berkunjung ke kantor Surabaya Pagi yaitu sebelum Gus Ipul merangkul Puti Guntur Soekarno), ada Sembilan agenda besar disiapkan Gus Ipul bersama Abdullah Azwar Anas.
Gus Ipul, sempat melontarkan gambaran umum bahwa program-programnya berkaitan dengan pelayan dasar dan infrastruktur dasar masyarakat. Ia paparkan bahwa pelayanan dasar ada pada pendidikan dan kesehatan. Dan infrastruktur dasar itu juga termasuk pelayanan air bersih, sanitasi, dan juga rumah layak huni. (JawaPos.com, Selasa, (26/12/2017)).
Selain itu, Gus Ipul, berjanji melakukan pengentasan kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan. Gus Ipul mengakui dua program ini tidak mudah, tetapi ia optimistis tidak hanya dua masalah, tetapi semua masalah di provinsi berpenduduk 41 juta ini dapat diatasi dengan kerja keras dengan semangat gotong royong.
Bahkan untuk sektor pertanian, Gus Ipul, akan menciptakan sistem pertanian yang efisien sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup para petani. Hal ini, disoroti karena lahan pertanian sekarang sudah makin susut. Sementara produktivitasnya harus terus meningkat. Ia berjanji bila menjadi Gubernur Jatim beneran, ia bersama Azwar Anas akan menghadirkan pertanian yang lebih efisien, sehingga nilai tukar petani dapat meningkat terus.
Gus Ipul memastikan, visi-misinya bersama Azwar Anas ini yang dirancang dengan melibatkan banyak pihak. Di antaranya, akademisi dan praktisi itu sesuai dengan aspirasi masyarakat dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.
Nah, setelah menghempaskan Azwar Anas, Gus Ipul mengajak Puti Guntur Soekarno, yang juga cawagub Jatim dari PDIP, visi dan misinya berbeda.

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar, pernah menilai bahwa visi-misi dan program kerja pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) merupakan program yang paling logis dan bisa diterapkan.
Visi misi Gus Ipul-Puti didesain tidak asal bunyi (asbun), melainkan dengan perhitungan matang termasuk menyesuaikan kekuatan APBD Jatim. "Visi dan misi Gus Ipul-Mbak Puti, ada hitungannya yang rigit," kata Pak Halim kepada wartawan, Senin (12/2/2018) atau satu bulan setelah Gus Ipul, tak ajak Azwar Anas, mendampingi dalam Pilgub 2018.
Halim, adik kandung Cak Imin, Ketua Umum DPP PKB menilai, penyusunan visi dan misi Gus Ipul-Puti, juga terdapat paradigma berpikir yang sangat bagus. Yaitu, mempertahankan keberhasilan yang sudah diperoleh dan mencari terobosan baru untuk perbaikan yang lebih maksimal. Disana, ada kaidah fiqiyahnya yang disebut 'Al-Muhafadotu Alal Qodimis Sholik Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah'.
Bagi Ketua DPD PKB Jatim, visi dan misi Gus Ipul – Puti, merupakan paradigma yang luar biasa dalam menghargai seluruh prestasi dan mengembangkan seluruh potensi yang belum tersentuh. Visi-misi Gus Ipul pasca tidak bareng Bupati Banyuwangi menghasilkan
Program kerja dan 33 janji kerja yang telah melalui kajian dan pertimbangan yang sangat matang. Artinya, program kerjanya sudah bisa langsung diaplikasikan dan bukan asbun (asal bunyi).
Ketua DPW PKB Jatim mencontohkan program 'Satria Madura' yang akan mengerus dana APBD Jatim sebesar Rp 1 triliun misalnya. Program ‘’Satria Madura’’ ini dimaksudkan untuk percepatan pembangunan di Madura, dimana ia memprediksi kekuatan APBD Jatim 2018 sudah mencapai 30 triliun. Menurut Halim, sedikitnya ada lima program utama Gus Ipul-Mbak Puti , yaitu Dik Dilan (Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan) dan Madin Plus Berkelanjutan.
Dik Dilan bakal mengembalikan lagi pendidikan gratis untuk masyarakat Jawa Timur. Setelah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengembalikan lagi kewenangan terhadap SMA/SMK negeri kepada pemprov, sejumlah daerah yang menggratiskan pendidikan hingga tingkat menengah atas tak bisa melakukannya lagi.
Gus Ipul menggambarkan program Dik Dilan, ada program penggratisan SMA/SMK negeri dan sekolah swasta. Khusus sekolah-sekolah swasta yang setingkat dengan SMA akan diberikan subsidi. Jumlah yang dialokasikan Gus Ipul sebesar Rp 1,4 triliun.
"Untuk siswa dari keluarga miskin, kita akan memberikan beasiswa yang digunakan untuk biaya transportasi, pembelian peralatan sekolah dan pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana akan disesuaikan untuk masing-masing daerah," kata Gus Ipul, bulan Februari 2018.
Sedangkan program Satria Madura sebesar Rp 1 Triliun, digunakan untuk Akselerasi Pembangunan Madura. Maklum, selama ini kita selalu memunggungi Pulau Madura. Program ini, janji Gus Ipul, akan memberikan anggaran tambahan sebesar Rp 1 triliun per tahun. Anggaran ini akan dibagi secara proporsional untuk 4 kabupaten yang ada di Madura.

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Mencermati visi-misi Gus Ipul saat masih mesra dengan Azwar Anas, dan kemudian ganti melirik Puti Guntur Soekarno, ada ketidak konsistenan. Contohnya, saat bersama Puti, Gus Ipul, tidak memunculkan pembangunan industri, infrastruktur dan wisata. Tiga hal ini keahlian Azwar Anas, dalam meng-internasional-kan Kabupaten Banyuwangi.
Benarkah gambaran visi-misi Gus Ipul, semacam ini cerminan dari seorang anak manusia yang plin-plan?. Atau apakah visi-misi yang diusung Gus Ipul, mengindikasikan bahwa pengaruh dominan cawagubnya yaitu Azwar Anas dan Puti Guntur Soekarno, ketimbang Gus Ipul, sendiri?
Bila benar, seberapa jauh intelektual Gus Ipul, yang telah dua kali mendampingi Pak De Karwo, memimpin dua kali provinsi yang dalam anggaran pembahasan PABPD 2017 telah menjadi Rp.30,3 triliun.
Dalam catatan database saya, Azwar Anas maupun Puti Guntur Soekarno, sama-sama kader partai yang diusung PDIP dalam Pilkada Jatim serentak 2018. Sedangkan Gus Ipul, meski bukan kader PKB, memiliki kedekatan dengan Cak Imin, karena saat ini Gus Ipul salah satu ketua PBNU pusat. Pertanyaannya, ada apa visi-misi sesama cagub yang diusung PKB dan PDIP, pada saat terjadi perubahan personil cawagub dari Azwar Anas ke Puti, ada perubahan? Adakah ini ‘’kekalahan’’ Gus Ipul dalam beradu argumentasi membangun Jatim dengan Puti Guntur Soekarno. Bila benar, mengapa? apakah ini realita bahwa Gus Ipul bukan seorang teknokrat dan birokrat yang mampu menyerap cita-cita kemerdekaan NKRI yang ada dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945 dikaitkan dengan potret Provinsi Jatim kekinian. Wallahu A'lam Bishawab.

Calon Pemilih Gubernur Jatim Juni 2018 Mendatang,
Saran saya, saatnya, sekarang ini, Anda masyarakat pemilih perlu mencermati dengan secara seksama visi, misi dan program kerja Paslon Gubernur Gus Ipul maupun Khofifah. Ini karena visi, misi dan program masing-masing Paslon yang berlatarbelang sama-sama NU, bagian dari cerminan Rencana Strategis ( Renstra) Provinsi Jatim 2018-2023 era kepemimpinannya.
Pendeknya, Anda sebagai calon pemilih pilgub 2018, bila tidak kritis dalam mencermati visi-misi kedua paslon, bisa dianggap tidak lagi mampu belajar memahami realitas dengan sudut pandang yang benar.
Beberapa kali ketemu dengan sejumlah kader partai politik tertentu di hotel Elmi, Jl. Panglima Sudirman Surabaya, tidak sedikit yang membicarakan tentang gambaran Gus Ipul, birokrat mantan wartawan yang lebih suka mengeluarkan joke-joke ketimbang konsep mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat Jatim. Gambaran yang sama saya dapatkan dari kalangan akademisi dan SKPD di Provinsi Jatim. Termasuk sejumlah elite politik yang duduk di DPRD Provinsi Jawa Timur.
Apa yang saya gambarkan ini merupakan persepsi yang dibentuk oleh elita, birokrat, akademisi dan media-media lokal di Jatim. Tentu media lokal yang terdiri media cyber, radio, tv maupun mainstrem.
Gambaran yang saya catat ini merupakan suatu proses persepsi pada alam pemikiran normal Anda sebagai publik, calon pemilih Pilgub 2018. Benarkah keputusan Gus Ipul, dalam menyusun visi-misi antara ketika masih bersama Azwar Anas dan kemudian dengan Puti Guntur Soekarno, keputusan berbau plin-plan? Wallahu A'lam Bishawab.
Dalam pikiran sehat saya, menghadapi orang plin-plan, gampang-gampang susah. Ada teman saya yang suka plin-plan, kehidupannya labil dan mudah terpengaruh sama lingkungan sekitarnya atau tidak cukup PD (Percaya Diri). Ajaran dosen psikologi sosial saya saat kuliah di AWS-Stikosa menghadapi orang plin-plan harus tegas. Bahkan perlu merekam ucapannya dan mendengarkan ulang kepada yang bersangkutan. Umumnya, orang itu akan berpikir dua kali, kecuali ia termasuk orang yang tidak mau mengenali suaranya sendiri atau Amnesia. Kata yang berasal dari Bahasa Yunani ?μνησ?α adalah kondisi terganggunya daya ingat. Dan penyebab amnesia antara lain dapat berupa organik atau fungsional, antara lain akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan.
Kata teman yang mengajar psikologi saya, orang yang sering plin-plan, perlu diberi dorongan semangat agar dapat meningkatkan rasa percaya diri, terutama untuk mengambil keputusan yang lebih besar bagi kemaslahatan masyarakat. (tatangistiawan@gmail.com, bersambung)

Berita Populer