•   Selasa, 7 April 2020
Kriminal

Guru Dibully di Kendal, Kepsek Sebut cuma Guyonan

( words)
Viral video murid bully guru di Kendal


SURABAYAPAGI.com - Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan adanya video viral siswa sekolah tengah mempersekusi seorang guru bahkan terlihat seperti tengah mengeroyok guru di dalam kelas. Dalam video yang beredar, sejumlah murid laki-laki di dalam kelas mendekati seorang guru sambil mendorongnya, dan ada yang menggunakan kaki, ada juga yang menggunakan tangan.

Guru yang membawa buku langsung melakukan perlawanan terhadap murid-murid sambil mencoba menendang dengan kaki untuk menghalau para murid itu. Sepatu sang guru pun sempat lepas saat membalas serangan para siswa. Para murid yang mengerumuni guru itu terlihat sembari tertawa lepas.
Kejadian itu terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan NU 03 Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah. Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.

Image
Surat tersebut ditandatangani Kepala SMK Nu 03 Kaliwungu, Muhadin S.Ag, M.Pdi, M.Si, 11 November 2018.
Berikut kronologi kejadian tersebut versi Kepala SMK Nu 03 Kaliwungu :
1. Pada hari Kamis, 8 November 2018, kegiatan belajar mengajar di Kelas X TKR mulai jam 09.15-13.20 adalah gambar teknik otomotif yang diampu oleh Bapak Joko Susilo S.Pd.
2. Pada jam 13.00, menjelang berakhirnya jam pelajaran tersebut, anak-anak ramai becanda, ada yang saling melempar kertas, dan salah satu kertas tersebut ada yang mengenai Pak Joko.
3. Selanjutnya, Pak Joko meminta anak-anak untuk mengaku siapa yang melempar tersebut, tidak ada yang mengaku tetapi justru beberapa anak maju kedepan kelas untuk bercanda guyonan, dengan harapan agar Pak Joko tidak marah.
Pada dasarnya, Pak Joko adalah guru yang suka bercanda dengan anak-anak pada saat pembelajaran. Tindakan tersebut ditanggapi reaktif oleh Pak Joko dengan melakukan gerakan seperti orang yang akan berkelahi. Sehingga membuat anak-anak semakin mendekati Pak Joko sambil tertawa-tawa menyentuh bagian tubuh Pak Joko.
Bagian inilah yang berkesan seolah-olah terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan terhadap guru. Setelah kejadian itu, pelajaran dilanjutkan kembali dan diakhiri dengan doa bersama. Ini membuktikan bahwa peristiwa itu murni guyonan anak-anak dan tidak ada tindakan pemukulan terhadap guru.
4. Tentang video yang beredar, dari peristiwa guyonan tadi ternyata ada salah satu siswa yang merekam kemudian dimasukkan dalam story WA. Menurut sang anak, status itu hanya berlangsung selama satu menit setelah itu dihapus.
5. Jadi, kami tegaskan lagi bahwa pada hari Kamis, 8 November 2018, tidak ada pemukulan/penggeroyokan siswa terhadap guru.
6. Kami menyadari bahwa guyonan tersebut melampaui batas wajar, dan oleh pihak sekolah sudah melakukan penanganan terhadap semua anak yang terlibat dalam video tersebut pada hari Sabtu, 10 November 2018 dan akan ditindaklanjuti dengan pemanggilan terhadap orang tua dan hari Senin, 12 November 2018.

Berita Populer