Gunakan Teknik Top Down, Pemkot Kebut Pembangunan Alun-Alun Surabaya 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alun-alun kota Surabaya yang terletak di atas dan di bawah Jalan Pemuda nomor 17, di bawah Jalan Yos Sudarso, serta basemen Balai Pemuda di Jalan Yos Sudarso sedang dalam pembangunan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengebut proyek pembangunan itu.

Rencananya, alun-alun kota surabaya akan dijadikan sebagai tempat berkumpul warga Surabaya dengan berkonsep ruang publik yang terbuka.

Dalam proses pembangunan ini, teknik yang digunakakn ialah menggunakkan teknik top down.

Iman Krestian Kabid Pembangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) mengatakan, bahwa teknik top down tersebut lebih safety karena pengerjaan konstruksi atasnya diselesaikan terlebih dahulu baru bagian bawah.

“Jadi kami bangun dinding penahan dulu setelah itu struktur kolom-kolomnya, kemudian selesai baru lakukan penggalian sekitar 3 meter, terus kita pasang scaffolding. Begitu selesai dilakukan penggalian sekitar 6 meter, kemudian dilakukan pengecoran lagi untuk bagian bawahnya agar kondisinya stabil,” katanya.

Iman menjelaskan, dalam pembangunan telah dikunci untuk bagian atasnya sehingga kondisinya stabil dan minim dampak pada lingkungan. “Meskipun ada sedikit retakan-retakan disekitarnya karena posisinya bangunan sekitar itu dangkal, hanya 2 meter, otomatis kena pergerakan tanah, mudah-mudahan aman,” terangnya.

Untuk saat ini, pihaknya tengah melakukan pemasangan scaffolding , kemudian perakitan besi. Setelah itu kita lakukan pengecoran. Untuk pengecoran dilakukan tanggal 21 hingga 24 Desember. Tapi kemungkinan 28 Desember selesai pengecoran, kalau bisa lebih cepat,” katanya.

Iman menambahkan, usia beton dari pengecoran hingga pematangan butuh waktu dua minggu. “Namun sebelum kita buka harus kita tes terlebih dahulu, dengan truk yang bermuatan berat sekitar 90 ton lebih untuk tes struktur tanahnya,” imbuhnya.

Targetnya, pada akhir Desember 2019 ini sudah bisa dilalui oleh warga dengan berjalan kaki dan tinggal mengerjakan bagian bahwa sembari menunggu pematangan aspal.

“Jadi nanti akhir tahun ini sudah bisa digunakan warga untuk menikmati tahun baru, namun hanya bisa dilalui pejalan kaki, untuk keseluruhan kemungkinan terburuknya Maret, yang penting safety-nya diutamakan,” pungkasnya.