•   Minggu, 23 Februari 2020
Otonomi Daerah

Gresik Siap Kerja Bareng Normalisasi Kali Lamong

( words)
Bupati Sambari didampingi Wabup M Qosim saat jumpa pers mengenai normalisasi Kali Lamong. SP/M.AIDID


SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Rencana pemerintah pusat untuk melakukan percepatan pembangunan di Provinsi Jawa Timur disambut antusiasme oleh Pemkab Gresik. Karena satu di antara rencana besar tersebut adalah pembangunan tanggul Kali Lamong yang setiap tahun membawa musibah banjir di beberapa wilayah Gresik Selatan.

"Kami siap berpartisipasi berdasarkan asas proporsionalitas masing-masing daerah," kata Bupati Sambari Halim Radianto saat acara jumpa pers dengan sejumlah awak media di kantornya, Jumat (10/1).

Proporsionalitas ditekankan Sambari karena aliran Kali Lamong tidak hanya melintasi wilayah Kabupaten Gresik, namun juga melewati Kabupaten Mojokerto, Lamongan dan Kota Surabaya. Sesuai data total panjang Kali Lamong 107 km, sepanjang 50,7 km melintas di wilayah Gresik Selatan.

Menyikapi rencana normalisasi Kali Lamong, Bupati Sambari dalam waktu dekat akan membentuk panitia lokal penanganan Kali Lamong dengan beranggotakan kepala OPD terkait, camat, kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat di desa yang dilintasi Kali Lamong. Panitia juga akan melibatkan forkopimda.

"Panitia ini akan bertugas melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat (BBWS), pemprov dan pemkab/pemkot terkait," ujar Sambari yang didampingi Wabup M Qosim, Kepala BPBD Tarso Sugito, Kepala Inspektorat Edi Hadi Siswoyo dan Kabaghumas dan Protokol Setkab Reza Pahlevi.

Terkait kegiatan normalisasi, Bupati Sambari mengaku masih menunggu rencana kerja pihak yang berwenang untuk menentukan jumlah dan tempat lahan yang harus dibebaskan. Serta semua informasi teknis tentang pembuatan tanggul tersebut.

“Berapa lebar, panjang, dan ketinggiannya? Berapa jumlah pintu airnya dan dimana posisinya? Hal ini penting karena ketinggian tanggul misalnya, bukan berarti semakin tinggi tanggul itu semakin baik dan aman,” tandasnya.

Menurut Sambari, sesuai lampiran Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Jawa Timur telah dianggarkan dana sebesar Rp 1,04 triliun untuk penanganan Kali Lamong.

“Mari kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Biarkan pemerintah pusat melalui BBWS Bengawan Solo untuk mengambil keputusan yang paling tepat. Jadi jangan ada lagi yang bicara sendiri-sendiri,” pungkas Sambari.did

Berita Populer