•   Selasa, 7 April 2020
BUMD

Grafik Meningkat, PDAM Maja Tirta Akhirnya Pulih Dari Sakit Kronis

( words)
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menghadiri acara pengangkatan Dewas PDAM periode tahun 2020-2023 di ruang Rapat Nusantara Pemkot Mojokerto, Jum’at, (24/1/ 2020). SMG/Dwy Agus Susanti


SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kondisi sakit kronis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maja Tirta Kota Mojokerto perlahan mulai membaik. Ini terlihat dari grafik laporan keuangan PDAM yang berangsur pulih.

Data keuangan perusahan plat merah milik Pemkot Mojokerto ini di jlentrehkan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Maja Tirta Periode 2016 - 2019 saat acara pengangkatan Dewas PDAM yang baru, periode tahun 2020-2023 di ruang Rapat Nusantara Pemkot Mojokerto, Jum’at, (24/1/ 2020).


Image

Dra. Kasih, Ketua Dewas Periode 2016 - 2019 menjelaskan, dari laporan keuangan yang telah disampaikan oleh Direktur PDAM Maja Tirta diketahui bahwa kondisi keuangan PDAM telah mengalami peningkatan meskipun perusahaan masih mengalami kerugian.

"Ini dapat dilihat dari neraca keuangan laba - rugi perusahaan dengan membandingkan laporan keuangan antara tahun 2017 hibgga 2019, yang menunjukkan bahwa nilai kerugian perusahaan yang kian menurun," terangnya.

Mantan Sekretaris DPRD Kota Mojokerto ini merinci, tahun 2017 lalu, PDAM mengalami laba (rugi) bersih senilai Rp. 2.851.069.737.99. Angka kerugian tersebut berangsur menurun di tahun selanjutnya. " Tahun 2018 laba (rugi) bersih PDAM Maja Tirta sebesar 1.536.133.397.22 dan turun lagi di tahun 2019 kemarin di angka Rp. 1.204.187.219.51," urainya.

Kasih menambahkan, grafik menggairahkan juga terlihat dari pertumbuhan jumlah pelanggan dan pendapatan air yang terus naik tiap tahunnya. "Tahun 2018, jumlah total pelanggan sebanyak 5.183, setahun kemudian naik sedikit saja menjadi 5.329 pelanggan. Pun demikian dengan pendapatan air yang grafiknya meningkat dari tahun 2018 ke tahun 2019, yakni dari Rp. 268.930.440 menjadi Rp. 289.170.804," paparnya.

Dari laporan hubungan langganan ini, lanjut Kasih, Dewas menyimpulkan pertumbuhan jumlah pelanggan yang masih jauh dari cita-cita.

"Sampai dengan laporan ini di buat, jumlah pelanggan mengalami kenaikan. Hal tersebut dapat dibandingkan jumlah pelanggannya pada tahun 2018 dan 2019. Tetapi masih belum bisa sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada RKAP PDAM tahun 2019," imbuhnya.

Dewas PDAM, lanjut Kasih, juga merekomendasikan sejumlah saran untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan perusahaan. Diantaranya, menyarankan agar Walikota segera melakukan penyesuaian tarif dengan mengacu pada Kemendagri Nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan tarif air minum.

"Ini sebagai upaya peningkatan pendapatan sehingga dapat menjadi perusahaan yang sehat sekaligus dapat meningkatkan gaji pegawai sesuai PP Nomor 15 tahun 2019 guna mensuport semangat kerja pegawai melalui penerbitan Perwali," sarannya.

Tak hanya itu, Dewas juga mengusulkan Walikota untuk menerbitkan Perwali yang mewajibkan para ASN Pemkot Mojokerto, Instansi Pemerintah dan pelaku usaha di Kota Mojokerto untuk menggunakan air PDAM. "Kita juga usulkan untuk pembangunan gedung kantor PDAM, ini mengingat kondisi gedungnya yang tidak representatif lagi," pungkasnya.


Image

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menyambut positif "kesembuhan" PDAM Maja Tirta ini. Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto khususnya Bagian Perekonomian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta PDAM Maja Tirta, yang bersinergi Dirjen Cipta Karya dan Dirjen SDA agar pelayanan air bersih di Kota Mojokerto dapat ditingkatkan, baik sarana prasarana/infrastruktur, kualitas dan ketersediaan air.

"Alhasil di tahun 2019 Pemkot Mojokerto juga telah mendapat bantuan 500 SR senilai total Rp. 1 milyar berupa infrastruktur sehingga sambungan air bisa tersedia secara bertahap, meningkat dan akan berlanjut di tahun mendatang. Dan hebatnya lagi, tahun 2020 ini bantuannya naik menjadi 750 SR senilai total Rp. 1,5 milyar," bangganya.

Petinggi Pemkot ini sedikit bisa bernafas lega mengamati tren positif dari PDAM ini. "Ibarat orang sakit koma, kondisi PDAM milik kita sekarang sedang belajar duduk. Ini merupakan progres yang membanggakan," tuturnya.

Meski kondisinya masih merugi, Ning Ita tetap mengaku bangga. Ini lantaran nilai kerugiannya terus menurun tiap tahunnya. Kerugian ini lanjut Ning Ita akan ditekan terus dengan cara peningkatan pelayanan serta melakukan terobosan inovatif untuk menggaet pelanggan baru.

"Penyebab kerugian sudah kita identifikasi, diantaranya karena pemberlakuan tarif kita yang belum Full Cost Recovery (FCR) sehingga pendapatannya belum bisa menutupi biaya. Pun demikian dengan jumlah pelanggan yang potensial yang masih kurang serta masih adanya aset tidak produktif yang menjadi beban penyusutan," tukasnya.


Image

Menjawab fakta tersebut, tahun 2020 ini, Ning Ita menegaskan sebagaimana Perwali, PDAM akan mewajibkan seluruh kantor pelayanan publik milik Pemerintah agar menggunakan air PDAM dan tidak menggunakan air tanah. Ini bertujuan agar PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto lebih sehat.

"Kita juga sudah melakukan kerjasama. dengan Kabupaten Mojokerto dalam pengembangan pelayanan di wilayah barat Pulorejo yang merupakan bagian wilayah dari Kabupaten Mojokerto," pungkasnya.dwi

Berita Populer