Gojek Vs Grab

SURABAYAPAGI.com - Pada Januari 2018, lembaga riset eCommerceIQ melakukan survei terhadap masyarakat di kota-kota besar Indonesia, untuk mencari tahu transportasi berbasis aplikasi mana yang jadi favorit. Tim riset melakukan survei secara online kepada 515 orang, terdiri dari 46 persen pria dan sisanya wanita.
Hasil survei menunjukkan, 26 persen responden memilih keamanan sebagai faktor utama saat memilih aplikasi yang akan digunakan. Faktor kedua adalah kemudahan konsumen menemukan pengemudi, sebanyak 23 persen.
Faktor lainnya adalah promosi (22 persen), navigasi yang mudah digunakan (16 persen), pilihan layanan makanan yang beragam (tiga persen), layanan konsumen yang ramah (tiga persen), dan penghargaan yang diberikan (dua persen).
"Responden dari Semarang, Surabaya, dan Jabodetabek menilai, diskon dan promosi lebih banyak daripada opsi lainnya. Mungkin karena mereka memiliki akses lebih terhadap pilihan transportasi," ungkap eCommerceIQ dalam keterangannya kepada VIVA, Minggu 11 Februari 2018.
Selain beberapa faktor tadi, sebanyak lima persen responden menyatakan faktor banyaknya pilihan pembayaran pada aplikasi tersebut menjadi penentu. Saat ini, pengguna bisa menggunakan beberapa jenis pembayaran, seperti tunai, dompet elektronik atau e-wallet dan kartu kredit.
"Konsumen juga menunjukkan bahwa mereka tidak menyukai fitur e-wallet. Tidak mengherankan, karena tidak ada penggunaan yang meluas selain dari aplikasi layanannya sendiri," jelas eCommerceIQ
Transportasi Pilihan Indonesia
EcommerceIQ mendapatkan, 56 persen responden memilih menggunakan Gojek setiap harinya. Sedangkan, 33 persen untuk Grab dan hanya delapan persen untuk Uber.
Kebanyakan responden memilih Gojek karena aplikasi ini yang pertama kali hadir pada 2010, sedangkan kompetitornya baru 2014 masuk ke Indonesia.
Adanya perbedaan jauh antara Uber dengan dua aplikasi lainnya, karena aplikasi asal Amerika itu tidak menjangkau lokasi para respondennya, dan juga karena hanya beroperasi di 34 kota di Indonesia.
"Beberapa bulan yang lalu, Grab mengumumkan ekspansi ke 100 kota di Indonesia, menjadikannya pemain dominan di negara ini. Sementera itu, Gojek dan Uber hanya bisa diakses di 50 kota dan 34 kota di Indonesia," tutur eCommerceIQ.
Responden sebanyak 46 persen memiliki dua aplikasi transportasi online pada gawai mereka, sedangkan 23 persen memiliki semua aplikasi dan 29 persen hanya menginstal satu aplikasi saja. (viv/cr)