Gadis 13 Tahun Kirimkan Surat Ke 5 Perusahaan Kemasan Sachet di Indonesia

Estetia Mustika Shani (Kanan), Erina Maula Hassya Puteri Lingkungan Hidup 2019 (Kiri) menyerukan aksi Ayo Peduli Sampah kemasan Saset di Kantor Pos Taman Apsari Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/8). SP/Patrik Cahyo.

SURABAYAPAGI, Surabaya - Estetia Mustika Shani (13), yang merupakan kader lingkungan hidup Tunas Hijau dan siswa SMPN 61 Surabaya, akan mengirimkan surat kepada 6 perusahaan teratas yang memproduksi minuman berkemasan saset dari 33 warung kopi yang diadopsinya di Surabaya sejak Januari 2020.

Ditemui Surabaya Pagi, padaSenin (10/8/2020) pukul 13.00 WIB di Kantor Pos Taman Apsari Surabaya, Estetia didampingi oleh kakaknya, Puteri Lingkungan Hidup 2019 Erina Maula Hassya, orang tua dan juga Tunas Hijau.

Dalam surat yang dia tulis tangan disertai beberapa kemasan sachet, ia menghimbau agar pabrik minuman kemasan sachet mulai memikirkan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan, bernilai ekonomis dan juga memikirkan keberlanjutan lingkungan hidup dari sampah saschet yang dihasilkan.

"Saya mau mengirimkan surat ke produsen minuman kemasan sachet, 5 produsen terbesar harus bertanggung jawab dengan limbah yang mereka produksi. Sedangan sampah sachet ini tidak bisa di urai oleh bumi," terangnya kepada Surabaya Pagi.

5 perusahaan yang akan mendapat surat tertulis oleh Estetia, diantaranya adalah PT. Nutrifood Indonesia, PT. Frisian Flag, PT. Forisa Nusapersada, PT. Santos Jaya Abadi, dan PT. Nestle Indonesia.

Pasalnya, menurut riset yang dilakukan oleh Estetia, selama ini sudah tidak ada lagi industri pengolahan sampah sachet yang dihasilkan. Sampah sachet juga tidak bernilai ekonomis.

Akhirnya, sampah sachet hanya akan menumpuk di tempat pengolahan (pembuangan) akhir sampah di tiap kota atau kabupaten di Indonesia. 

"Mereka harus mengganti kemasan yang ramah lingkungan atau setidaknya mereka harus mendirikan satu industri untuk mengolah limbah sachet yang dihasilkan," jelasnya.

Sejak Januari 2020 hingga saat ini, sebanyak 33 adopsi warung kopi di Surabaya barat dilakukan oleh Estetia Mustika Shani. Pada program adopsi warung itu, Estetia mengajak pemilik atau penjual warung kopi untuk memilah sampah sachet kemasan minuman yang dihasilkan dan ditaruh di wadah khusus yang dia berikan kepada setiap warung.

Estetia kemudian mengolahnya menjadi ratusan produk bermanfaat dan bernilai ekonomis, dengan lebih dari 78 kg sampah sachet diolah Estetia dari 33 warung yang diadopsinya.

Dengan perolehan sampah plastik sachet sebanyak 83,263 kg dengan total 49.557sampah sachet.

Estetia juga mensosialisasikan menggunakan media promosi kreatif yang ia buat, kepada orang-orang yang ia temui di Taman Apsari mengenai bahaya sampah saset dan mengurangi penggunaannya.

"Harapan saya semoga produsen tersebut pengupayakan sesuatu limbah yang dihasilkan dan semoga apa yang saya lakukan dapat berguna untuk saya dan alam," pungkasnya.byt