•   Sabtu, 29 Februari 2020
PERISTIWA

Fahri Ingin Jokowi Tinju dengan Mantan Danjen Kopassus

( words)
Jokowi latihan tinju di Istana Bogor yang diunggah di Vlog pribadinya.


SURABAYAPAGI.COM, - Presiden Joko Widodo tampaknya gemar berpenampilan tak biasa alias nyeleneh. Tak hanya berpakaian santai saat peresmian kereta api bandara. Tapi olahraga yang digemarinya pun unik. Meski tak bertubuh atletis, kepala negara yang biasa disapa Jokowi itu ternyata menyukai tinju. Ini terlihat dari video blog (vlog) terbaru Jokowi yang diunggah dalam channel Youtube pribadinya, Sabtu (3/3/2018) lalu. Hanya saja, tinju Jokowi ini juga tak biasa, lantaran dinilai merupakan pesan politik menjelang Pilpres 2019. Lantas, siapa yang bakal 'ditinju' Jokowi?
--------------

"Saat ini saya berada di Istana Bogor, dan biasanya, kalau pas waktu luang, saya latihan panahan, jogging. Dan hari ini saya akan memulai latihan tinju!" ucap Jokowi dalam vlog tersebut.

Dalam video berdurasi 2 menit itu, Presiden ketujuh RI itu terlihat serius latihan tinju bersama pelatihnya yang dikenalkan bernama Abed dari Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) Bogor. Di sela-sela latihannya, Jokowi mengatakan bahwa latihan tinju itu berat.

"Main tinju itu berat. Cepet capek dan memerlukan ketahanan fisik yang tinggi sekali," cetus Jokowi. "Seru, dan saya akan terus berlatih tinju dengan Pak Abed pelatih saya," tambahnya.

Abed sebagai pelatih memuji keseriusan Jokowi berlatih tinju. "Kalo berlatih tinju, Bapak cukup cepat. Cukup bisa. Semua gerakan gampang di...," kata Abed terpotong. "Ya karena pelatihnya sangat bagus," potong Jokowi memuji Abed.

Jokowi juga memiliki partner latihan tinju, yakni ajudannya bernama Teddy. Saat latihan tinju dengan Teddy, Jokowi memperlihatkan kemampuannya. Ajudan Jokowi itu hanya menahan tinjunya di depan dada menerima setiap pukulan dari Jokowi tanpa melayangkan tinjunya kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

Vlog Jokowi itu sudah dilihat belasan ribu. Termasuk Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Politisi yang masih anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun turut berkomentar. Fahri ingin Jokowi beradu tinju dengan eks Danjen Kopassus.

Meski tak meyebut nama, mantan Danjen Kopassus itu mengarah ke Prabowo Subianto yang kini menjadi Ketua Umum Partai Gerindra. Bahkan, sampai sekarang Prabowo masih jadi calon rival terkuat Jokowi di Pilpres 2019, berdasarkan hasil beberapa lembaga survei.

"Video bagus.... Bagaimana kalau kita adu sama mantan Danjen Kopassus itu ya? 2019...," cuit Fahri di Twitter resminya, Minggu (4/3/2018). Fahri tak lupa menambahkan 4 emotikon senyum di bagian akhir cuitannya.

Fahri penasaran jika adu tinju itu terwujud. Dia ingin tahu siapa yang akhirnya babak belur. "Kira-kira siapa yang babak belur ya?" katanya.

Pesan Politik
Direktur Eksekutif Lembaga Median, Rico Marbun, menyebut latihan tinju Jokowi sarat akan pesan politik. Rico mengatakan Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya sangat siap menghadapi Pilpres 2019, siapapun lawannya.

"Itu jelas ya, saya pikir Pak Jokowi ini kan bahasa simboliknya terasa sekali, bagaimana cara dia berkomunikasi dengan kawan-kawan atau berkomunikasi dengan rekanan politik," ujar Rico.

Rico mencoba menerka siapa yang hendak 'ditinju' Jokowi di Pilpres 2019. Menurut dia 'genderang perang' Jokowi itu ditujukan kepada partai politik pendukung pemerintah yang saat ini terlihat sedang berupaya 'membelot' dengan mencoba menghadirkan poros baru.

"Bisa kita lihat beberapa partai yang tadinya bisa kita kategorikan dalam partai pemerintah, kemudian mengirim sinyal. Ya kalau tidak jelas, mereka bisa maju sendiri," tutur Rico.

"Jadi, pesan yang ingin disampaikan (Jokowi) kepada lawannya bahwa, ya ini, 'saya ready kalian mau jadi lawan, jadi kawan, saya siap tempur lah'," sebut Rico menebak pesan Jokowi.

Belakangan ini, wacana calon presiden alternatif menguat. Sebut saja, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bisa juga Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Poros Baru
Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar masih enggan menjelaskan rencana PKB membuat poros baru pada Pilpres 2019 jika dirinya gagal menjadi bakal calon Wapres Joko Widodo ataupun Prabowo Subianto. "Itu inisiatif teman-teman yang ingin membawa demokrasi ini dinamis. Tentu kami saling mendoakan. PKB belum mengambil sikap (terkait hal itu)," ujar Cak Imin di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, kemarin malam.

Cak Imin yang asli kelahiran Jombang ini hanya menegaskan, PKB masih membuka komunikasi dengan partai manapun yang mempunyai visi yang dinilai sama. "Belum ada pembicaraan. Kami tidak tutup komunikasi dengan siapa pun. Namun, saya hanya ikut takdir Allah saja (menjadi calon Wakil Presiden)," kata dia.

Sebelumnya sempat diberitakan, PKB berencana membuat poros baru untuk Pilpres 2019 jika Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar gagal menjadi Cawapres Joko Widodo atau Prabowo Subianto. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPP PKB Muhammad Lukman Edy. Ia mengatakan PKB sudah menawarkan Cak Imin agar menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi serta Prabowo.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membuka peluang mengusung calon presiden selain Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Zulkifli mengatakan akan mengumumkan sikap partainya pada bulan Mei mendatang.
"Ya segala kemungkinan kan bisa, calon tunggal bisa, dua calon bisa, tiga calon bisa. Lihat perkembangan nanti, pertemuan partai-partai saya kira bulan-bulan lima lah. (Mei) Sudah ketahuan," kata Zulkifli di Sawah Besar, Jakarta Barat, Minggu (4/3) kemarin. n jk/umr/an

Berita Populer