•   Sabtu, 25 Januari 2020
Pendidikan

Entry Barriers, Solusi Kesejahteraan Bangsa Indonesia

( words)
Dato' Sri Tahir memaparkan orasi ilmiah di acara pengukuhan gelar Doktor Honoris Causa dari Unair bagi dirinya, Kamis (8/3/2018). (SP/IFW)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bos Mayapada Grup Dato' Sri Tahir memandang bahwa Indonesia memiliki beberapa keunggulan yang dapat digunakan untuk kesejahteraan segenap rakyatnya. Hal tersebut juga menurutnya juga mampu mendongkrak daya saing global bagi negeri yang sudah merdeka selama 72 tahun ini.

Padangan tersebut diungkapkan Tahir pada orasi ilmiah di acara pengukuhan gelar Doktor Honoris Causa yang ia dapatkan dari Universitas Airlangga, Kamis(8/3). Pada kesempatan tersebut, ayah 4 anak itu mengungkapkan bahwa keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah SDA terbarukan serta kondisi geografis. Keduanya termasuk dalam Sustainable Competitiveness Advantage(SCA).

"Diluar SCA itu, kita juga punya beberapa keunggulan lain yang bisa didorong untuk ke arah sana(menjadi SCA). Seperti diantaranya adalah infrastruktur, industrialisasi agrikultur, Sumber Daya Manusia(SDM), serta good governance," jelas Tahir.

Lebih lanjut, pria yang benar-benar meraih kesuksesan dari bawah itu juga tidak memungkiri bahwa ada beberapa tantangan untuk menjadikan sumber daya diatas menjadi SCA demi keunggulan pembangunan yang berkelanjutan. "Tapi semua itu sudah ada solusinya. Salah satunya adalah dengan penerapan entry barriers," katanya.

"Untuk infrastruktur misalnya, sebagai paru-paru dunia Indonesia sangat bisa untuk menerapkan strategi carbon trade off. Dengan peran vital seperti itu kita bisa bernegosiasi dengan funding global terkait penerimaan dari mereka untuk kemudian diarahkan ke pembangunan negara," beber suami dari Rosy Riadi itu lebih lanjut.

Dari segi pertanian pun, menurut Tahir solusi untuk menjadikan sektor tersebut keunggulan bagi Indonesia. Industrialisasi agribisnis ia pandang sangat perlu untuk merevitalisasi struktur hilir dan mengaplikasikan teknologi pertanian yang modern.

"Untuk mampu mewujudkan itu semua, pemerintah perlu menunjuk pihak BUMN atau pihak swasta dengan memberikan insentif pajak supaya ada ketertarikan untuk menanamkan investasi. Penting itu agar komoditas pertanian kita tidak hanya bergantung pada kuota impor," ungkap pria yang total sudah 4 gelar mengantongi Doktor Honoris Causa tersebut.

"Begitu juga dari sisi SDM, kerjasama institusi pendidikan dalam negeri dengan yang ada di luar negeri ini juga sangat perlu. Benchmark ke negara yang memiliki sistem pendidikan bagus untuk diterapkan kembali di Indonesia di sisi lain tidak boleh dilupakan. Kalau dua itu terwujud, SDM kita akan dapat bersaing," pungkas Dato' Sri Tahir.ifw

Berita Populer