•   Selasa, 31 Maret 2020
SGML

Empat TPS di Dua Desa di Lamongan Lakukan Penghitungan Ulang

( words)
Pelaksanaan penghitungan suara oleh KPPS usai pencoblosan pada 17 April 2019 di Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Perolehan Suara Lebih Besar dari Daftar Pemilih Tetap

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebanyak 4 TPS di dua Desa di Lamongan harus menggelar penghitungan ulang setelah perolehan suaranya lebih besar dengan Daftar Pemilu Tetap (DPT) dalam Pencoblosan yang berlangsung pada Rabu (17/4) yang lalu.

Penghitungan ulang di empat TPS itu seperti disampaikan oleh Nadhim Koordinator Devisi Pengawasan Bawaslu Lamongan, Minggu (21//4/2019) siang harus diulang, karena ada selisih suara perolehan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ke empat TPS itu lanjutnya, adalah TPS 11, 14, dan di TPS 17 di Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran, dan TPS 19 di Dusun Gampang, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio. "Ke empat TPS itu sudah dilakukan penghitungan ulang, pada rekapitulasi di tingkat Kecamatan," terangnya.

Sementara itu lanjut Nadhim, secara umum proses pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Lamongan khususnya tahapan rekapitulasi tingkat kecamatan berjalan aman dan lancar.

Meski di beberapa TPS terjadi kesalahan dalam penulisan salinan form C1, sertifikat hasil penghitungan suara yang diterima oleh saksi peserta pemilu berbeda dengan yang hologram, sehingga beberapa saksi tingkat Kecamatan melayangkan protes.

Hal itu terjadi kata Nadhim, dikarenakan beban kerja yang cukup berat dan faktor kelelahan dari petugas KPPS. “Banyak informasi dari jajaran kami di tingkat pengawas TPS hingga Kecamatan yang menginformasikan hal itu, mereka (KPPS) banyak yang mengeluh,” terang Nadhim yang juga menjelaskan pemilu kali ini merupakan pemilu paling berat sepanjang sejarah pemilu.

Di sisi lain salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU Lamongan), Fathur Rohman menegaskan Pemilu serentak tahun 2019 ini semua penyelenggaraan Pemilu mulai dari KPU, PPK, PPS, KPPS, hingga TPS berkerja ekstra keras, tak kenal waktu demi suksesnya pelaksanaan Pemilu.

"Alhamdulillah, dari hasil pantauan yang kami lakukan di lapangan, pelaksanaan pemungutan suara pada 4.500 TPS dan 2 TPS DPTb Lapas di Kabupaten Lamongan dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses," ujarnya meskipun ada sedikit kendala, namun hal tersebut bisa langsung ditangani oleh petugas di TPS.

Menurutnya Pemilu 2019 sangat berbeda dengan pemilukada tahun 2018. Pada Pemilukada tahun 2018 lalu di Kabupaten Lamongan terdapat 2.557 TPS dan masing- masing TPS hanya terdapat 1 kotak suara (Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur).

“Sementara pada Pemilu tahun 2019 terdapat 4.500 TPS dan 2 TPS DPTb Lapas, masing-masing TPS terdapat 5 kotak suara (Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota),” pungkas Fathur, panggilan Fathur Rohman. jir

Berita Populer