•   Minggu, 15 Desember 2019
Bisnis Makro

Emas Dunia Tertekan Penguatan USD

( words)
Pelemahan terjadi karena dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat memberikan tekanan terhadap logam mulia.


SURABAYAPAGI.com, Chicago - Mengutip Antara, Selasa, (24/7/2018) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun sebanyak USD5,5 atau 0,45 persen menjadi ditutup pada USD1.225,6 per ons. Greenback telah melihat serangan pelemahan pada akhir pekan lalu ketika Presiden AS Donald Trump mengeluh tentang kenaikan suku bunga acuan oleh the Fed dan mata uang domestik yang kuat.
Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat memberikan tekanan terhadap logam mulia.
Donald Trump dalam cuitannya pada Jumat 20 Juli, menuduh kekuatan-kekuatan ekonomi utama lainnya memanipulasi mata uang mereka dan menempatkan Amerika Serikat pada posisi yang kurang menguntungkan.
Satu hari sebelumnya, dia mengatakan kepada CNBC bahwa dia tidak senang bahwa Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya. Dengan menaikkan biaya pinjaman, Trump mengatakan kenaikan suku bunga akan berpotensi memperlambat perekonomian.
Setelah melemah, awal pekan ini USD berbalik menguat dengan indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik sebanyak 0,2 persen menjadi 94,667 pada pukul 20.00 GMT.Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD naik maka emas berjangka akan turun karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi lebih mahal bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun sebanyak 12,4 sen AS atau 0,8 persen menjadi menetap di USD15,425 per ons. Platinum untuk penyerahan Oktober bertambah sebanyak USD1,5 atau 0,18 persen menjadi ditutup pada USD831 per ons. jr

Berita Populer