•   Senin, 18 November 2019
Pemilu

Elite PDIP, Calon Ketua DPRD Jatim

( words)


Riko Abdiono - Rangga Putra
Wartawan Surabaya Pagi
Dalam perebutan kursi DPRD Jatim pada Pemilu 2019, PDI Perjuangan berhasil memecahkan dominasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Total, partai berlambang banteng moncong putih itu, bisa meraup suara 22,5 persen atau 467.573 suara atau 27 kursi, sementara PKB hanya memperoleh 162.242 suara atau 24 kursi. Hasil PDIP pada Pemilu 2019 ini, melonjak signifikan bila dikomparasi pada Pemilu 2014 lalu. Dimana, PDIP hanya mendapat 19 kursi, sementara PKB mendapat 21 kursi.
Praktis, dengan memperoleh 27 kursi, PDIP mengambil alih kursi Ketua DPRD Jatim, yang sebelumnya dipegang dari PKB. Dari 14 daerah pemilihan, PDIP mendapat dua kursi masing-masing di Dapil Jatim 1, 4, 5, 7, 8, 9, 10 dan 11. Sementara Dapil Jatim 2, Jatim 3, Jatim 12, Jatim 13, dan Jatim 14 mendapat satu kursi. Dapil Jatim 6 paling istimewa karena membawahi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, mendapat empat kursi dari jatah 11 kursi yang diperebutkan.
“Alhamdulillah, rekapitulasi KPU Jatim sudah selesai. PDIP menang dengan 27 kursi DPRD Jatim, ikut mengantarkan kemenangan 65,7 persen bagi Pak Jokowi, dan meraih 20 kursi untuk DPR RI,” ujar Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Surabaya, Minggu (12/5/2019).
Pertama Kali Menang di Jatim
Selain itu, PDIP juga menjadi jawara di tingkat kabupaten/kota dengan menang di 18 daerah dari total 38 kabupaten/kota lainnya. Adapun 20 kabupaten/kota dibagi oleh parpol-parpol lainnya.
Kusnadi mengatakan, untuk DPRD Jatim, ini merupakan kali pertama dalam sejarah PDIP meraih suara terbesar di Jatim. Sehingga bisa dipastikan PDIP akan mengirim wakilnya menjadi ketua DPRD Jatim periode 2019-2024. “Terima kasih kepada seluruh rakyat Jatim. Ini kepercayaan rakyat yang luar biasa, tidak bakal kami sia-siakan,” kata Kusnadi.
Berkat Jokowi Effect
Menurut Kusnadi, ada tiga kunci kemenangan PDIP dalam Pemilu 2019. Pertama, kesolidan seluruh jaringan partai serta kerja sistematis dari para caleg. “Sudah sejak lama konsolidasi di PDIP berjalan intens. Sehingga tim sangat solid. Apalagi, semua caleg bergerak serempak,” tuturnya.
Kedua, salah satunya Jokowi Effect, yakni kerja nyata Presiden Joko Widodo yang telah dirasakan masyarakat. “Pak Jokowi adalah representasi PDIP. Selama ini Pak Jokowi dan PDIP juga terus beriringan bekerja nyata dalam berbagai program pemerintah. Itu memudahkan masyarakat dalam membaca rekam jejak PDIP, sehingga mantap memilih PDIP,” papar Kusnadi.
Ketiga, PDIP mendapat tempat di hati publik karena isu-isu pro-rakyat yang terus diperjuangkan dalam berbagai tingkatan. “Seluruh jaringan PDIP menyuarakan keberpihakan kepada rakyat kecil, pemerataan infrastruktur, pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan, serta komitmen terhadap kebhinekaan. Isu-isu strategis itu sesuai kehendak rakyat,” jelasnya.
Kedewasaan Politik sejak era Pakde Karwo
Pengamat Politik Surabaya Survei Centre (SSC), Mochtar W Oetomo, menyebut tak kaget dengan hasil PDIP yang berpeluang memimpin DPRD Jatim. Pasalnya, PDIP kini yang menguasai perolehan kursi di Gedung DPRD Jatim Indrapura. Meski begitu, PDIP merebut kursi Ketua DPRD, Mochtar menyebut tak akan banyak perbedaan perpindahan kepemimpinan dari PKB ke PDI Perjuangan.
"Kami menilai tidak akan banyak berpengaruh. Ini cuma ganti posisi, dari yang sebelumnya peringkat kedua menjadi pertama. Demikian pula sebaliknya," kata Mochtar.
Mochtar melanjutkan, secara kultural, komunikasi antara parlemen dan pemerintah selama ini terjaga cukup baik sejak kepemimpinan Gubernur Soekarwo dan Wakil Gubernur, Saifullah Yusuf selama dua periode. "Kedewasaan politik di Jatim akan relatif tetap adem," katanya.
Apalagi, PDI Perjuangan juga merupakan partai yang menaungi Presiden Joko Widodo. "Pencalonan Ibu Khofifah juga tak lepas dari peran Jokowi. Presiden Jokowi nantinya akan menjadi titik temu antara Khofifah dengan PDI Perjuangan di Jatim," imbuhnya.
PDIP Komitmen Sejahterakan Rakyat
Terpisah, Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari fokus untuk memperkuat konsolidasi seluruh anggota legislatif dan eksekutif, untuk memperjuangkan cita-cita kesejehateraan rakyat. “Sekarang fokus kami memperkuat konsolidasi seluruh anggota legislatif dan eksekutif dari PDIP. Kita kawal komitmen memperjuangkan cita-cita kesejahteraan rakyat. Jadikan PDIP sebagai alat untuk membantu rakyat, membersamai rakyat dalam suka dan duka,” tutur Sri Untari.
PDIP Jatim juga berduka untuk para anggota KPPS, PPK, dan semua penyelenggara pemilu yang wafat saat menjalankan tugas. “Kita semua berutang budi kepada para pahlawan demokrasi tersebut. Insya Allah husnul khotimah,” pungkas Sri Untari. n

Berita Populer