•   Sabtu, 25 Januari 2020
Kriminal

Ekstasi Jenis Baru Diproduksi Rumahan, Efeknya ’Three in One’

( words)


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Hasil uji bidang narkotika fisitropika dan obat berbahaya Forensik Mabes Polri menyatakan bahwa terungkap ekstasi jenis baru dari salah satu penangkapan. Di dalam ekstasi mengandung tiga jenis bahan yang efeknya berbahaya sehingga disebut efek three in one.
"Selama ini narkoba yang dikenal ada tiga jenis. Tapi ini ada tiga sekaligus mulai dari efek stimulan, jenisnya seperti mgma, kafein dan lain lain, halusinogen berhalusinasi sesuai keinginan penggunaannya dan depresan seperti obat penenang," kata Kepala Bidang Narkotika Fisitropika dan Obat Berbahaya Forensik Mabes Polri, Kombes Pol Sodiq Pratomo membeberkan hasil laboratorium narkoba yang diproduksi rumahan itu.
Lanjut Sodiq, umumnya ekstasi hanya mengandung mgma ditambah kafein.
"Stimulan mgma, halusinogennya ada fetamin. Kemudian depresannya ada heximer. Bayangkan kalau manusia ibarat mesin panas kemudian langsung didinginkan pasti efeknya akan tidak karuan," kata dia lagi.
Sodiq mengungkapkan dari hasil barang bukti, para pelaku memproduksi ekstasi palsu sebagai cara untuk mengelabui petugas kepolisian.
"Pembuat ekstasi palsu. Kalau ditangkap mungkin ngasih yang ekstasi palsu isinya hanya kafein. Di sini kami menemukan bahan pembuat sabu dan alatnya yang efeknya sangat merusak otak," katanya.
Polres Jakarta Barat telah mengusut pabrik ekstasi yang berhasil diungkap di kompleks perumahan Sentra Pondok Rajeg Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pabrik ini dijalankan satu keluarga. Mereka adalah UW (40) dan istrinya SD (40) dan anaknya FI (23) serta satu orang berinisial R (24).

Berita Populer