Ekonomi RI Ditopang UMKM

SURABAYA PAGI, Jakarta – Virus Corona baru sukses gelisahkan perekonomian Nasional. Untuk itu pemerintah terus gencar mencari akal apa yang bisa menangkal Corona mewabah ke ekonomi Indonesia.

Saran datang dari salah satu Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. Dirinya menyarakan bahwa Republik Indonesia bisa mengandalkan keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengingat, 97 persen usaha di Indonesia itu ditopang oleh usaha kecil, sesangkan sisanya 3 persen merupakan peran pabrik besar-besar.

“Yang bisa menggerakkan usaha dari bawah di tengah-tengah masyarakat ya usaha kecil. Makanya pemerintah banyak sekali membuat program, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan modal yang disampaikan melalui koperasi maupun program-program pemerintah yang lain, sampai pemerintah mensubsidi bunganya,” kata Misbakhun, saat berbicara pada penyuluhan bertema “Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam Meningkatkan Akses Permodalan bagi UMKM” di kota Probolinggo, Kamis (5/3).

Menurut Misbakhun, program subsidi bunga KUR pemerintah yang dulunya 11-12 persen diturunkan di bawah menjadi 9 persen. Kini, subsidi diturunkan lagi menjadi 6 persen.

Namun demikian, Misbakhun memandang pemerintah juga menggeser prioritas anggaran ke sektor produktif. Pemerintah, lanjut Misbakhun, melakukan itu guna memberi akses kemudahan kepada usaha kecil untuk mendapat kredit usaha.

“Sekarang pemerintah akan menaikkan plafon yang berkaitan dengan tanpa agunan. Selama ini yang tanpa agunan Rp 25 juta, mau dinaikkan sampai Rp 50 juta bahkan ada yang mau menaikkan sampai Rp 100 juta,” ujar dia.

Melihat situasi ekonomi Indonesia, kata Misbakhun, insentif harus diberikan kepada usaha kecil menengah, karena yang bisa menggerakkan ekonomi di tingkat bawah masuk ke rumah-rumah sampai ke paling ujung adalah usaha kecil dan menengah ini. Bahkan pemerintah membuka kredit mikro antara Rp 500.000 – Rp 2,5 juta dan ini marak dilakukan pemerintah untuk memperkuat elevasi dan daya jangkaunya.

Sementara itu narasumber dari OJK Edy Rachmadi Wibisono mengatakan, para pelaku UMKM sangat perlu menerima informasi terkait peningkatan akses permodalan UMKM. Karena permodalan menjadi pondasi penting bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.

“Semoga para peserta penyuluhan dapat menerima informasi penting seperti ini, karena masyarakat harus tahu akses permodalan UMKM kini sudah banyak,” kata Edy.jk01