•   Kamis, 2 April 2020
UKM & UMKM

Edukasi Pelaku UMKM Difabel Kembangkan Usahanya melalui E-Commers

( words)
Para peserta dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari hasil binaan Pemerintah Kota Surabaya dan wirausaha dari komunitas difabel saat mengikuti kegiatan Empowering SME’s and People With Disabilities on Industrial Revolution 4.0 di Gedung Magister Management Universitas Airlangga Surabaya. Foto : SP/Iker


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Melalui Empowering SME’s and People With Disabilities on Industrial Revolution 4.0 Program Studi Magister Manajemen (MM) dari Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 52, mengedukasi para penyandang disablitas agar semakin mengikuti perkembangan dan tanggap akan teknologi digital. Mengundang para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari hasil binaan Pemerintah Kota Surabaya dan wirausaha dari komunitas difabel.

Menghadapi tuntutan kemajuan teknologi tersebut, maka UMKM juga dituntut untuk memiliki bekal dan keterampilan agar tetap dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Meski memiliki kekurangan para peserta dari kelompok difabel ini dengan serius mengamati setiap materi yang di arahkan. Mengundang beberapa pemateri seperti, Permana Dewa Putra dari City Partner Performance Tokopedia yang memberikan materi bagaimana cara mengelola bisnis melalui platform e-commerce.

Dewa memberi tips-tips bagaimana cara memasarkan produk yang menarik di Tokopedia, pertama nama produk dan deskripsi yang semenarik mungkin sehingga membuat calon membeli tertarik untuk membeli. Kemudian memasang harga yang kompetitif, dibandingkan dengan harga dari kompetitor lain.

“Cara bikin nama dan produk yang efektif, dimulia dari jenis produk, brand, keterangan, contohnya pada produk sepatu. Tulis saja brodo hitam murah meriah atau contoh lain meja belajar ikea putih minimalist berkualitas,” kata Dewa pada saat menjelaskan materi.

Harga yang kompetitif juga sangat mempengaruhi pembelian, misalkan pemasang harga Rp. 49.850 rupiah akan lebih menarik minat pembeli dibandingkan dengan harga bulat Rp. 50 ribu rupiah. Selain itu foto produk juga menjadi hal penting dalam penjualan di oline.

“Tips foto produk yang menarik seperti, gambar jernih, produk diletakkan ditengah, background bersih, latar belakang polos. Jika itu adalah produk fashion sebaiknya menggunakan model atau manekin serta pengambilan foto produk dari berbagai sisi,” imbuh Dewa.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM Kota Surabaya guna menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan fotografi agar dapat dimanfaatkan dalam mendukung penjualan produk UMKM melalui marketplace. Kemudian untuk menambah saluran pemasaran produk UMKM dari berjualan secara offline menjadi online melalui platform e-commerce, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM tidak hanya di wilayah kota Surabaya dan Jawa Timur saja, tetapi dapat dipasarkan secara nasional.

“Melalui kegiatan ini semoga para difabel yang memiliki usaha agar usahanya diterima di platform online. Selain itu juga belajar keuangan, cara mendapatkan modal dan mengelola keuangan dan juga teknik fotografi, yang menarik agar produknya bisa dikenal orang seluruh Indonesia,” tandas Ovi Prina Gastriani, selaku Wakil Ketua Acara.iker

Berita Populer