Dubes Kanada Mengeluh Soal Penangkapan Meng Wanzhou kepada AS

SURABAYAPAGI.com - Pemerintah Amerika Serikat bakal melanjutkan proses formal permintaan ekstradisi Direktur Keuangan Global Huawei Technologies, Meng Wanzhou, dari Kanada.

Pernyataan ini disampaikan duta besar Kanada untuk AS dan dilansir media Globe and Mail. Permintaan formal ekstradisi ini bakal meningkatkan ketegangan dengan Cina.

Dubes Kanada, David MacNaughteon, mengatakan AS telah mengatakan kepada pemerintah negaranya akan meminta ekstradisi Meng secara resmi.

Tenggat bagi AS untuk mengajukan permintaan ini adalah 30 Januari 2019 atau 60 hari setelah penangkapan Meng pada 1 Desember 2019 di Bandara Vancouver, Kanada.

MacNaughton mengatakan dia telah menyampaikan keluhan kepada AS bahwa Kanada menderita akibat pembalasan Cina setelah melakukan permintaan penangkapan Meng Wanzhou atas permintaan AS.

“Kami tidak suka warga negara kami sekarang terkena hukuman,” kata MacNaughton kepada Globe and Mail seperti dilansir Reuters pada Selasa, 22 Januari 2019.

MacNaughton melanjutkan,”(Amerika) yang berusaha menggunakan kekuatan penuh hukumnya terhadap (Meng) tapi kita yang membayar harganya. Warga negara kita yang terkena.”

Seperti dilansir Reuters sebelumnya, otoritas AS meminta penangkapan Meng Wanzhou kepada otoritas Kanada saat putri pendiri Huawei, Ren Zhenfei, sedang dalam penerbangan transit di Vancouver.

Otoritas AS menuding Meng bertanggung jawab membuat skema pembayaran perbankan menggunakan jaringan perbankan AS yang dikenal sebagai SWIFT untuk menerima pembayaran dari Iran.

Pembayaran itu terkait pengerjaan proyek infrastruktur telekomunikasi oleh Huawei di Iran. Padahal, AS sedang mengenakan sanksi dagang terhadap Iran terkait nuklir dan rudal balistik.

Akibat penangkapan Meng, Cina menangkap dua warga negara Kanada. Cina juga mengadili ulang seorang penyelundup narkoba asal Kanada dan mengenakan tuntutan hukuman mati. Pengamat menilai semua langkah otoritas Cina ini merupakan balasan terhadap Kanada. Cina berulang kali meminta pembebasan Meng namun Kanada menolak.