•   Rabu, 8 April 2020
Ekonomi NKRI

Dua Sekuritas Asing Angkat Koper dari Pasar Modal Indonesia

( words)
Bursa Efek Indonesia | Setkab.go.id


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkonfirmasi dua sekuritas luar negeri yang angkat kaki dari pasar modal tanah air. Dua sekuritas itu antara lain PT Deutsche Sekuritas Indonesia serta Merrill Lynch Sekuritas Indonesia.

Terkait hal ini Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, Merrill Lynch Sekuritas Indonesia dilaporkan telah melakukan langkah-langkah proses exit audit guna mengkonfirmasi tidak ada lagi kewajiban sebagai salah satu anggota bursa yang belum ditunaikan. Merrill Lynch Sekuritas Indonesia sendiri diketahui telah menyetop transaksi dagang sahamnya semenjak tanggal 11 Juli 2019.

"Perusahaan sekuritas Merrill Lynch Sekuritas Indonesia tersebut diketahui mempunyai problem secara regional. Alasan itulah yang membuat mereka terpaksa gulung tikar," cetus Inarno Djajadi di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurut Inarno, problem serupa juga dialami oleh Deutsche Sekuritas Indonesia. Dalam level internasional, Deutsche Bank dilaporkan mengalami kerugian yang mencapai 3,15 miliar Euro atau kalau di-Rupiahkan setara dengan Rp49 triliunan pada kuartal II tahun 2019 ini. Nilai kerugian yang lebih banyak dari prediksi itu disinyalir karena menggemuknya dana restrukturisasi.

Lebih jauh, sambung Inarno, bank dari Jerman tersebut memprediksi bakal terjadi kerugian sebanyak kurang-lebih 2,8 miliar Euro pada kuartal II tahun 2019 ini. Laporan tersebut diungkapkan ketika Deutsche Group mengumumkan recana restrukturisasi yang berujung pada sebanyak 18 ribu pegawai di-PHK. Pemutusah hubungan kerja itu sendiri memakan biaya sebanyak 7,4 miliar Euro.

Walau dua skuritas asing ini menyetop kegiatan mereka di pasar modal tanah air, Inarno menyebut langkah ini tidak akan memberi dampak besar ke fluktuasi saham. Sampai sekarang, lanjut Inarno, belum terdapat sekuritas luar negeri yang berminat masuk ke pasar modal dalam negeri.

Berita Populer