•   Kamis, 9 April 2020
Kriminal

Dua Pria yang Diduga Teroris, Dipulangkan Densus 88

( words)
Dua pria penjaga toko grosir kelontong, sepatu dan sandal di Jalan Raya Temanggung-Magelang, Dusun Bengkal Kidul, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.


SURABAYAPAGI.COM, Temanggung – Kedua pria dari tiga yang sempat diamankan karena diduga teroris telah dipulangkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri diTemanggung, Jawa Tengah.
Keduanya adalah Zaenal warga Desa Bengkal, Kabupaten Temanggung, dan Lucky warga Kabupaten Tegal.
Sekretaris Desa Bengkal Rohmad Gunadi mengatakan serah terima keduanya dari Densus 88 kepada keluarga dilakukan di kediaman kepala Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, pada Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 24.00 WIB, setelah mereka ditangkap pada hari yang sama, pukul 08.30 WIB
"Kamis malam serah terima, Zaenal dan Lucky, tapi Lucky sudah kembali ke daerah asal di Tegal, Jumat pagi, " kata Rohmad, Sabtu, (3/2/2018).
Sementara seorang pria lagi atas nama Ageng Nugroho yang juga diamankan ketika itu, ujarnya, tidak ikut dipulangkan.
"Dia tidak ikut dipulangkan. Zaenal dan Lucky juga tidak tahu nasibnya karena mereka diperiksa di lain ruangan, " ucap dia.
Menurut Rohmad, tidak banyak yang diceritakan oleh Zaenal dan Lucky terkait penggerebekan dugaan kasus terorisme ini. Kedua pria penjual grosir sepatu dan sandal itu masih terlihat terguncang dan kelelahan.
"Tidak sempat cerita-cerita juga. Kelihatannya masih stres, lelah, " ucapnya.
Ketua RW 1 Dusun Bengkal, Desa Bengkal, Slamet Sugiharto menyatakan, proses serah terima berjalan lancar. Mereka diantar petugas ke rumah Kepala Desa lalu diserahkan ke pihak Zaenal maupun Lucky.
Saat serah terima itu, cerita Slamet, pihak Densus 88 mengatakan bahwa baik Zaenal maupun Lucky tidak terlibat dalam dugaan kasus terorisme.
"Densus 88 menerangkan kalau mereka tidak berbuat (teror). Tidak ada indikasi ke arah terorisme, mereka hanya kenal saja sama temannya yang sekarang masih ditangkap itu," ujar Slamet.
Slamet sendiri yakin kalau Zaenal tidak terlibat apa pun karena merupakan warga Bengkal yang sudah lama dikenal. Saat penggerebakan di Toko Aneka Grosir yang disewa Zaenal pun tidak ditemukan barang-barang mencurigakan.
"Barangnya di dalam toko bermacam-macam, tapi tidak ada senjata ataupun barang berbahaya. Saat Densus 88 ke sini melakukan penggeledahan, juga tidak ditemukan bahan baku peledak atau senjata tajam lainnya," kata dia.
Saat itu, menurut Slamet, barang yang dibawa petugas hanya uang senilai Rp 28,8 juta, ATM, buku tuntunan shalat, majalah, ponsel dan lainnya.
Tiga orang pria (berita sebelumnya dua pria) diamankan Densus 88 Antiteror dari sebuah toko grosir aneka sepatu sandal alat tulis dan barang-barang kebutuhan rumah tangga, di Jalan Magelang - Temanggung Km 3, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Kamis (1/2/2018).
Penggerebekan terkait dugaan kasus terorisme itu sempat menyita perhatian masyarakat sekitarnya karena arus lalu lintas ditutup total. Kasus tersebut saat ini tengah diselidiki Densus 88 Antiteror Polri.lx/kmp

Berita Populer