•   Senin, 18 November 2019
Peristiwa Politik

Dua Kali Ditawari Posisi Menteri, Risma Kukuh Menolak

( words)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya –Fuad Benardi, putra sulung Wali Kota Surabaya mengakui, jika sang ibu pernah mendapatkan tawaran untuk bergabung dalam jajaran kabinet Presiden Jokowi. Ia menyatakan hal itu pernah dibicarakan oleh sang ibu dengan keluarga.

"Kemarin sempat ngomong kalau ditawari (menteri), sudah beberapa bulan lalu sih. Cuma ndak (tidak) ngomong ibu (siapa yang menawari) waktu itu," ujar Fuad, Senin (21/10) malam.

Hal tersebut dibenarkan oleh Tri Rismaharini, walikota Surabaya itu mengaku pernah ditawari masuk Kabinet Jokowi-Maruf Amin oleh Megawati Soekarnoputri. Tawaran tersebut dilayangkan pimpinan PDI Perjuangan itu sekitar September 2019. Namun, diakui Risma, tawaran tersebut langsung ditolak olehnya, dengan alasan ingin menyelesaikan jabatannya sebagai wali kota.

"Aku sempat ketemu ibu (Megawati) mungkin bulan September. Aku ditawari jadi menteri. Tapi aku langsung sampaikan ke ibuwes ndak. Ibu bilang,wesojok kesusu engkok jawabe pokoke Oktober (sudah jangan keburu-buru, nanti jawab Oktober)" kata Risma saat menggelar konferensi pers di rumah dinasnya, Rabu (23/10).

Pekan lalu, kata Risma, ketika dirinya berada di Koln, Jerman, kembali ditelpon terkait tawaran menteri Jokowi-Maruf Amin. Namun, yang nelpon saat itu bukan Megawati, melainkan Puan Maharani. Namun, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu mengaku kembali menolak tawaran tersebut.

"Terus kemarin waktu aku di Koln, Jerman, aku ditelpon Mbak Puan. Mbak Puan nanyakanpiye dadimenteri? Endak saya jawab selesaikan di Surabaya dulu," ujar Risma.

Meskipun ditawari posisi Menteri, baik megawati maupun puan tidak memberitahukan secara spesifik bidang apa yang akan ia isi.

"Enggak (disebutkan menteri apa) karena aku ngomongenggak duluan. Mungkin kalau aku jawab iya, dikasih tau menteri apanya," kata Risma.

Saat ditanya apakah penolakan tersebut pernah disampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo, Risma tidak secara tegas mengiyakannya. Risma menyatakan, memang pernah bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo. Namun tidak spesifik membahas soal posisinya sebagai menteri. Saat itu hanya berdiskusi soal banyak hal.

"Saya ketemu PakJokowi tapi tidak secara spesifik membahas menteri. Bahasannya banyak," kata Risma.

Berita Populer