Dua Jambret Spesialis Perempuan pun Didor!

Kedua jambret, Busron dan Fahrul, saat berada di Polrestabes Surabaya usai diamankan petugas, Rabu (29/9/2020). SP/Septyan

 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Beraksi di 11 lokasi di sejumlah wilayah di Surabaya, dua jambret asal Banyu Urip Wetan keok setelah dihadiahi timah panas oleh petugas. Kedua pelaku yakni Mochamad Busron Fahrudin (20), dan Mochamad Fahrul (20). Keduanya sama-sama warga Banyu Urip Wetan V.

Mereka diamankan anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Senin (28/9) lalu dikediamannya masing-masing. "Tersangka ini kita ringkus di rumahnya masing- masing kebetulan rumah tersangka masih bertetanggaan" ucap Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksono, Rabu (30/9/2020).

Arief menambahkan, kedua pelaku ini bermula dari laporan aksi penjambretan di jalan Menur Pumpungan, aksi keduanya sempat terekam Closed Circuit Television (CCTV).

Video tersebut sempat viral di media sosial Facebook. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas berhasil mendapatkan alat bukti termasuk rekaman CCTV yang merekam aksi tersangka. "Kami tindak lanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian perkara" sambung Arief.

Petugas juga berhasil mengidentifikasi hingga akhirnya mengamankan keduanya di rumah masing-masing. Saat hendak diamankan pelaku mencoba melarikan diri, akhirnya petugas menembakkan timah panas di kaki pelaku. "Pertama kami amankan tersangka Fahrul. Saat kami minta menunjukkan lokasi tempat temannya, dia berupaya melarikan diri. Tiga kali tembakan peringatan tidak digubris, kami terpaksa lumpuhkan dia. Upaya yang sama juga dilakukan Busron. Mengetahui kami datangi dia melarikan diri dari pintu belakang," tandas dia.

Setiap beraksi, Fahrul dan Busron kompak mengendarai motor L 5615 YH berboncengan mencari sasaran. Mereka mengincar perempuan dan anak-anak yang tengah bermain handpone di jalan, bahkan di perkampungan yang sepi.

Kepada polisi, Fahrul mengaku jika ia lebih mudah menyasar perempuan dan anak-anak karena minim perlawanan. "Kalau perempuan sama anak-anak itu jarang ada yang ngelawan. Langsung ambil saja terus pergi. Paling kalau anak-anak cuma nangis saja pak," aku tersangka.

Setiap kali berhasil menjambret, keduanya menjual barang hasil kejahatan itu secara online dan hasilnya dibagi dua.

Setidaknya tercatat kedua tersangka pernah beraksi tiga kali di Rungkut, tiga kali di Wonocolo, tiga kali di Gayungan dan dua kali di Sukolilo. tyn