•   Rabu, 23 Oktober 2019
Hukum & Pengadilan

DPRD Usul PD Pasar Surya Dibubarkan Saja

( words)
Padagang di Pasar Pucang mengeluhkan sepinya pembeli, padahal pasar sudah direnovasi. FOTO SP/DIMAS


Anggota DPRD Surabaya heran dengan banyaknya persoalan di Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS). Mulai korupsi yang dilakukan oknum direksi dan pejabat BUMD itu, pemblokiran rekening oleh Ditjen Pajak Kanwil Jatim, hingga rekrutmen direktur utama (Dirut) PD Pasar Surya yang hampir dua tahun tidak tuntas. Belum lagi revitalisasi pasar tradisional yang sudah dianggarkan Rp 20 miliar, yang belakangan ini memunculkan persoalan. Selain memicu konflik pedagang, dana sebesar itu sudah habis untuk merenovasi tiga pasar, yakni Pasar Keputran Utara, Pasar Kembang dan Pasar Pucang. Padahal menurut Komisi B DPRD Surabaya, harus Pasar Tunjungan dan Pasar Genteng juga menjadi target revitalisasi selain tiga pasar tersebut.
--------
Laporan : Alqomar - Noviyanti Tri
--------
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Edi Rachmad mereaksi keras dengan melihat hasil kerja manajemen PD Pasar Surya, yang sudah “disuntik” dana Rp 20 miliar dari APBD untuk merevitalisasi lima pasar. Namun kenyataannya, seperti Pasar Tunjungan malah belum tersentuh revitalisasi.
Justru oknum direksinya malah terbelit kasus korupsi, yakni Bambang Parikesit. Bahkan, rekening PD Pasar Surabaya diblokir Ditjen Pajak karena menunggak pembayaran pajak. “Karena itu sudah menjadi tanggung jawab Pemkot untuk menyelesaikan,” ujar Edi kepada Surabaya Pagi, kemarin.
Menurut Edi, banyaknya permasalahan di PD Pasar membuat kinerja BUMD milik Pemkot Surabaya ini menjadi buruk. Terlebih lagi, posisi Dirut PD Pasar sudah lama kosong. Rekrutmen yang dilakukan Bawas sudah dilakukan empat kali. Tapi hingga saat ini, belum ada dirut terpilih.
Jika Walikota Surabaya Tri Rismaharini tak bisa menyelesaiakan persoalan ini, Edi mengusulkan agar PD Pasar Surya dibubarkan saja. “Sudah empat kali rekrutmen, tapi masih tidak mampu mencari direksi. Lebih baik PD Pasar dibubarkan. Selanjutnya pengelolaan pasar ditangani UPTD atau Pemkot sendiri,” tandas politisi Partai Hanura ini.
Tak Diberi Dana
Ketua Komis B DPRD Surabaya Mazlan Masyur juga mengungkapkan hal senada. Ia menyebut PD Pasar Surya sedang di ujung tanduk. Hidupnya hanya dari uang hasil retribusi yang ditarik dari pada pedagang.
“Kondidi keuangan PD Pasar ini cuma memutarkan uang restribusi untuk operasional,” ungkap Mazlan dihubungi terpisah.
Pada tahun 2019, lanjut Mazlan, tidak ada dana APBD untuk PD Pasar. Sedang pemasukan PD Oasar pada tahun 2018 ini sebesar Rp 3,5 miliar dari hasil restribusi dan sewa stan.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey mengatakan memang anggaran belanja pembangunan dan rehabilitasi pasar tradisional dan sentra UKM masih ada. Namun bukan untuk PD Pasar, melainkan Dinas Koperasi. Ada 16 lokasi dengan nilai Rp 19.946.417.883.
“Ada sejumlah 16 lokasi antara lain Pasar Kutisari, Pasar Loak Gembong, SWK Gunung Anyar, SWK Jarak, Pasar Penjaringansari, Sentra Ikan Bulak, dll dan itu dibawah kelolaan Pemkot Surabaya, dalam hal ini Dinas Koprasi,” ungkap Awey.
Awey mengatakan, PD Pasar itu merupakan perusahan daerah atau BUMD, maka tidak ada anggaran pembangunan atau rehabilitasi. “Kalau perusahan daerah seperti PD Pasar itu pernyetaan modal yang dibahas di komisi B,” terang Awey.
Yakin bisa Bangkit
Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya, Zandi Ferryansa Hadi saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, mengakui bahwa dana Rp 20 miliar itu sudah habis.
Menurutnya, dana itu telah digunakan untuk revitalisasi pasar tahun 2016 dan 2017. Yakni, untuk Pasar Keputran Utara, Pasar kembang, dan Pasar Pucang. “Jadi dana revitalisasinya sudah habis,” ujar.
Zandi juga mengakui saat ini muncul kesan negatif pada manajamen PD Pasar Surya dengan banyaknya masalah yang terjadi belakangan ini. Namun ia menyakini masih ada potensi untuk bangkit dengan memperbaiki kinerja PD Pasar Surya.
Salah satunya dengan menetapkan secara definitif posisi dirut yang seleksinya masih dalam proses.
"Menurut saya tergantung individu orangnya, saya yakin tidak semua orang buruk. Rencana kerja pun selalu ada, jadi jika pemimpin dapat melaksanakan tugasnya dengan bersih, saya yakin PD Pasar Surya akan bisa bangkit," tuturnya.
Zandi juga mengharapkan seleksi direksi baru yang saat ini masih dalam proses akan dapat menjalankan tugasnya dengan bersih dan mau bekerja keras, agar dapat membuang kesan kurang baik di PD Pasar Surya.

Berita Populer