•   Minggu, 23 Februari 2020
Peristiwa Politik

DPR Baru, Jinak

( words)
Dari 575 anggota DPR yang dilantik, Selasa (1/10/2019), 14 di antaranya merupakan selebriti ternama. Mereka umumnya tampil dengan kebaya tradisional. Sedangkan para anggota DPR pria tampak gagah dalam balutan setelan jas.


Peta di Senayan, Parpol Koalisi Jokowi-Maruf Kuasai 60 Persen atau 349 Kursi. Puan Maharani pun Catat Sejarah

Rangga Putra, Jaka Sutisna, Erick Kresnadi,
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Babak baru perpolitikan nasional dimulai. Ditandai dengan pelantikan 575 anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 di gedung kura-kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Jumlah kursi DPR baru ini bertambah 15 kursi dari periode sebelumnya 560 kursi. Sejumlah wajah baru memang bermunculan, termasuk kalangan artis. Namun DPR periode ini diprediksi tak segalak periode sebelumnya. Pasalnya, peta di Senayan menunjukkan partai politik (parpol) koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin menjadi pemilik kursi mayoritas di DPR RI.
---------------

PDI Perjuangan (PDIP) mendominasi kursi di DPR RI. Sebanyak 128 kursi diperoleh partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Disusul Golkar 85 kursi, NasDem 59 kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 58 kursi dan partai persatuan pembangunan (PPP) 19 kursi. Parpol koalisi Jokowi-Maruf Amin meraih 60 persen kursi DPR atau 349 kursi.

Empat partai politik di luar itu hanya memperoleh 40 persen atau 226 kursi. Gerindra memperoleh 78 kursi, Demokrat 54 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 50 kursi dan Partai Amanat Nasional (PAN) 44 kursi.

Usai pelantikan anggota DPR pada siang kemarin, dilanjutkan dengan pelantikan pimpinan DPR RI periode 2019-2024, Selasa (1/10) malam.

Puan Maharani didapuk sebagai Ketua DPR RI yang baru. Puan mencatatkan rekor baru di parlemen sebagai wanita pertama yang terpilih sebagai Ketua DPR.


Image

Ini sesuai dengan Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), lima kursi pimpinan DPR menjadi milik lima partai peraih suara terbanyak. Kursi Ketua DPR jadi milik PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019, sedangkan 4 kursi wakil jadi milik Golkar, Gerindra, PKB, dan NasDem.

Sedang formasi wakil ketua DPR adalah Azis Syamsuddin (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (PKB), dan Rachmat Gobel (Nasdem).

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan langsung pengambilan sumpah jabatan para wakil rakyat. Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Sedangkan, JK didampingi sang istri, Mufidah Kalla.


Image

Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin juga hadir dalam acara pelantikan anggota Dewan ini. Ma’ruf datang dengan mengenakan jas yang dipadu sarung dan peci. Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, sejumlah menteri kabinet kerja, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan juga tampak hadir di Gedung Parlemen.

Cenderung Jinak

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai DPR periode 2019-2024 akan menjadi kurang galak. Terlebih lagi tak ada dua tokoh yang cukup sering mengkritik pemerintah, yakni Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang hengkang dari kepemimpinan DPR. Fahri tak maju dalam Pemilihan Legislatif 2019. Sementara itu, Ketua Umum Prabowo Subianto tak lagi menunjuk Fadli Zon sebagai pimpinan DPR. "Pimpinan DPR yang baru cenderung jinak," sebut Adi.

Selain itu, ada tiga alasan lain mengapa DPR periode cenderung jinak. Pertama, mayoritas pimpinan DPR periode 2019-2024 akan diisi oleh orang-orang dari koalisi pendukung pemerintah. Empat dari lima kursi pimpinan DPR ditempati oleh partai pendukung Jokowi - Ma’ruf Amin.

Kedua, Adi menyebut personifikasi pimpinan DPR baru nanti tak agresif seperti Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang kerap menyerang dengan vulgar. Ketiga, figur-figur pimpinan DPR mendatang kurang aktif di media sosial.

Fadli dan Fahri diketahui kerap mengunggah postingan di akun media sosial mereka hingga menuai kontroversi. "Mereka bukan aktivis medsos yang kerap mengudara dengan cuit-cuit kontroversial. Fadli dan Fahri itu antara yang bully dan muji berimbang," terang Adi.

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan penunjukan Sufmi Dasco Ahmad untuk menggantikan Fadli Zon di kursi Wakil Ketua DPR bukan isyarat bahwa Gerindra akan bergabung dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan Jokowi -Ma’ruf Amin.

Menurutnya, Gerindra belum menentukan sikap terkait dengan posisi di pemerintahan hingga saat ini. "Enggak. Itu bukan sebuah isyarat," kata Muzani di sela-sela pelantikan di Kompleks Parlemen, kemarin. Muzani menegaskan semua isyarat dan keputusan terkait posisi Gerindra di pemerintahan mendatang berada di tangan Prabowo Subianto, Ketum Partai Gerindra.

Warning Mahasiswa

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengingatkan anggota DPR RI yang baru saja dilantik untuk tidak bersikap seperti DPR RI periode 2014-2019 yang dipimpin Bambang Soesatyo. Presiden BEM Universitas Mulawarman Kalimantan Timur, Febry Abdul Haminuddin mengatakan, sekitar 4.500 mahasiswa yang tergabung di BEM SI khususnya di Jabodetabek menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (1/10) kemarin.

Dikatakan Febry, DPR yang baru diharapkan tidak seperti DPR sebelumnya yang dinilai tidak pro terhadap rakyat. "Kita ingin orang baru tolong jangan seperti wakil rakyat yang kemarin, cukuplah yang kemarin ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Kita ingin menyadarkan bahwa tolong anda itu lima tahun bekerja jangan seperti yang kemarin," tandasnya.

Ketua DPR RI Puan Maharani pun angkat bicara mengenai kelanjutan revisi UU yang menjadi kontroversi di masyarakat. Apalagi saat ini, demo penolakan RUU KUHP dan UU bermasalah lainnya masih berlangsung, meski ada pelantikan DPR periode 2019-2024.


Image

Puan Maharani berjanji akan mengevaluasi UU yang masih diributkan masyarakat itu. "Penundaan UU yang kontroversi kemarin tentu saja akan kita evaluasi kembali," kata Puan usai pelantikan.

Putri Ketum PDIP Megawati ini mengaku akan mendengar banyak masukan dari masyarakat dan ahli terkait penundaan dan penolakan masyarakat itu. "Kemudian mendapatkan banyak masukan dari masyarakat tentu saja ahli-ahli nya dan tokoh-tokoh, yang pasti penundaan ini akan kita cek dulu sampai berapa lama waktu yang kita tunda," papar dia.

Selebritas Senayan


Image

Selain itu, di antara ratusan anggota DPR periode 2019—2024 tersebut, terdapat sekitar 14 artis yang terpilih menjadi wakil rakyat Indonesia, yakni Mulan Jamella (Gerindra, Jabar XI), Krisdayanti (PDIP, Jatim V), Tommy Kurniawan (PKB, Jabar V), Farhan (NasDem, Jabar I), Rano Karno (PDIP, Banten III), Nurul Arifin (Golkar, Jabar I), dan Nico B.P. Siahaan (PDIP, Jabar I). Ada juga yang petahana, yaitu Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio (PAN, DKI Jakarta I), Desy Ratnasari (PAN, Jabar IV), Dede Yusuf (Demokrat, Jabar II), Primus Yustisio (PAN, Jabar V), Rieke Diah Pitaloka (PDIP, Jabar VII), Arzetty Bilbina (PKB, Jatim I), dan Rachel Maryam Sayidina (Gerindra, Jabar II).


Image

Penyanyi Krisdayanti (KD) memilih komisi yang mengurusi soal sosial masyarakat usai dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

"Iya, lebih ke sosial masyarakat. Di manapun sosial kemasyarakatan bisa saya emban. Di Komisi VIII, IX atau X," kata Krisdayanti, yang terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur V.

Kendati demikian, KD masih akan menunggu keputusan dari fraksi tempatnya bernaung, di mana yang paling penting menurutnya adalah mengetahui tugas pokok dan fungsi anggota DPR RI.


Image

Sedang Mulan Jameela berharap bisa menduduki komisi 10. Komisi ini membawahi sejumlah bidang seperti kebudayaan, pendidikan, olahraga dan bidang sejarah. "Komisi 10 ya, mudah-mudahan di komisi X," ucap istri musisi Ahmad Dhani yang kini mendekam di penjara lantaran kasus ujaran kebencian.n

Berita Populer