Ditarget Lima Tahun Bangun Smelter, Freeport Bingung Cari Talangan

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - PT Freeport Indonesia tetap membuka pintu terhadap semua pilihan yang tersedia mengenai pembiayaan dan kemitraan untuk mendirikan smelter tembaga anyar yang dipatok mulai beroperasi pada akhir tahun 2023.

Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc. Richard C. Adkerson mengungkapkan, PT Freeport sudah berkomitmen kepada Pemerintah RI supaya mendirikan smelter dalam kurun waktu lima tahun. Dengan demikian, smelter yang membutuhkan biaya USD3 miliar ini harus sudah bisa beroperasi pada penghujung tahun 2023.

Kini, PT Freeport Indonesia sedang melaksanakan penyiapan kawasan. Di samping itu, tuntasnya desain teknis dan rekayasa masih terus dikerajakan. Smelter Freeport ini sendiri akan mempunyai kapasitas 2 juta tin konsentrat tembaga per tahun itu diprediksi mulai pengerjaan konstruksinya pada 2020. Namun sebelumnya, PT Freeport tetap menggelar diskusi dengan pihak-pihak terkait mengenai persoalan biaya.

Adkerson mengungkapkan, pilihan yang paling mungkin dipertimbangkan adalah membiayai pembangunan smelter dengan utang. Tapi, PT Freeport masih terbuka dengan alternatif metode pembiayaan lainya.

"Kami harap dapat membiayai smelter dan menggelar diskusi dengan beberapa bank supaya bisa membiayai proyek," ungkap Adkerson, Kamis (25/7/2019).

Sementara itu, Executive Vice President and Chief Financial Officer Freeport-McMoRan Kathleen Quirk mengungkapkan, kawasan pembangunan smelter itu bisa saja mengambil tempat di Gresik atau lokasi lain yang dekat dengan pabrik peleburan punya Freeport. Pembiayaan smelter boleh jadi bakal mulai meningkat pada tahun 2020 dan meroket pada 2021 - 2022.

"Kami sudah menggelar pembicaraan yang baik dengan pemberi pinjaman. Oleh sebab itu, tidak ada pembiayaan yang signifikan pada tahun ini," tutur Kathleen.