•   Sabtu, 25 Januari 2020
Kediri

Diserang Hama Tikus, Puluhan Hektar Sawah di Kediri Terancam Gagal Panen

( words)
Tanaman padi di Desa Paron yang terancam gagal panen akibat terserang hama tikus. Foto: SP/Duchang


SURABAYAPAGI.com, Kediri - Hama tikus menyerang puluhan hektar sawah tanaman padi milik petani di Kabupaten Kediri. Akibatnya, sekitar 40 hektar sawah di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri terancam gagal panen.

Musim tanam perdana kali ini, para petani dalam mengantisipasi hama tersebut melakukan bom tikus dengan bahan potasium dan belerang yang dipasang pada lubang tikus.

Hama tikus sudah merusak 80 persen dari luas lahan sawah milik petani sebesar 40 hektar. Akibatnya tanaman padi rusak dan hasil panen mengalami penurunan hingga 50 persen.

Samsudin salah satu petani mengatakan, hama tikus menyerang tanaman padi yang rata rata berusia satu hingga dua setengah bulan. Pada usia ini tanaman dalam proses pembentukan dan pengisian bulir padi.

"Serangan hama tikus ini membuat bulir padi tidak terisi penuh dan tanaman menjadi mati. Kita rugi untuk tiap 100 ru lahan pertanian sebesar Rp 2,5 juta," ucapnya, Rabu (16/1/2019).

Akibat serangan hama ini petani telah melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Pertanian setempat. Sementara itu, berdasarkan data Petugas Penyuluh lapangan (PPL) Desa Paron dari total 80 hektar lahan pertanian padi, 40 hektar diantaranya paling terdampak serangan hama tersebut. Kerusakannya mencapai 80 persen.

"40 hektar lahan ini terancan gagal panen akibat hama tersebut. Kita sudah koordinasikan dengan Dinas Pertanian dan langsung mendapat bantuan bom tikus serta belerang," ucap Yayuk, petugas PPL Desa Paron.

Bom asap tikus bantuan dari Dinas Pertanian kemudian dipasang pada tiap lubang persembunyian tikus. Langkah ini dinilai paling efektif dan ramah lingkungan, dibanding memakai obat pestisida yang mengancam ekosistem burung tito alba sebagai pemangsa tikus. Can

Berita Populer